Site icon savanaparadise.com

Dirut BRI Beberkan 6 Faktor Penentu Keberlanjutan Industri Perbankan Indonesia

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanapradise&period;com&comma; – Pada Rapat Dengar Pendapat &lpar;RDP&rpar; dengan DPR RI Komisi XI Jakarta&comma; Selasa &lpar;24&sol;1&rpar;&comma; Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk &lpar;BBRI&rpar; Sunarso menyebut bahwa terdapat beberapa hal yang akan mempengaruhi industri perbankan nasional kedepan&period; Mulai dari bonus demografi&comma; praktik ESG hingga keberadaan financial technology &lpar;fintech&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Sunarso menjelaskan&comma; yang pertama adalah bonus demografi penduduk&comma; &OpenCurlyDoubleQuote;Jadi tren jumlah penduduk usia produktif akan meningkat mencapai 64&percnt; pada tahun 2030 nanti&comma; ini sudah barang tentu adalah hal yang positif&comma;” imbuhnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemudian yang kedua adalah perubahan perilaku nasabah jadi transaksi digital payment meningkat lebih dari 30&percnt; sedangkan transaksi cash itu sekarang sudah turun tinggal 10&percnt; saja dan yang ketiga adalah implementasi praktik keuangan berkelanjutan Environmental&comma; Social &amp&semi; Governance &lpar;ESG&rpar;&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Concern investor terhadap aspek ESG berpengaruh terhadap perubahan tata kelola dan bisnis perbankan&comma;” tambah Sunarso&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya yang keempat low interest rate environment&comma; tren penurunan credit yield berdampak pada Net Interest Margin yang semakin tertekan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau kita lihat di 2020 itu NIM bisa lebih 10&percnt; tapi 2022 ini hanya sekitar 6&percnt; sehingga saya pikir bank tetap didorong untuk memperluas fungsi intermediasinya karena dalam presentasi itu NIM-nya itu makin kecil&period; Kalau mau laba besar berarti ya harus nyari nasabah sebanyak-banyaknya kira-kira begitu gambarannya&comma;” urai Sunarso&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemudian kelima utilisasi data dan teknologi itu semakin dominan jadi penggunaan data analitik untuk mempercepat proses bisnis kredit underwriting dan marketing&period; Dan yang terakhir&comma; yang keenam adalah kompetisi dengan fintech&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jadi persaingan yang semakin ketat seiring dengan hadirnya pemain-pemain non-bank seperti Fintech dengan berbagai dinamikanya&comma;” pungkasnya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version