Site icon savanaparadise.com

Dirut BRI: Alhamdulillah Untung dan Slamet, Layani 34 Juta Usaha Mikro, Laba Rp51,4 Triliun, Melalui Pajak & Dividen akan Kembali ke Rakyat

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;– PT&period; Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk berhasil menutup Tahun 2022 dengan kinerja gemilang&period; Pada pemaparan kinerja BRI Kuartal IV 2022 yang diselenggarakan di Jakarta &lpar;08&sol;02&rpar; diungkapkan bahwa dengan strategic response yang tepat&comma; BRI Group berhasil mencatatkan kinerja positif dengan pencapaian rekor laba dengan mencetak laba Rp51&comma;4 triliun pada akhir tahun lalu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Alhamdulillah&comma; kita selalu didampingi kawan setia&comma; Si Untung dan Si Slamet sepanjang Januari hingga Desember 2022&comma; BRI Group berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp51&comma;4 triliun atau tumbuh 67&comma;15&percnt; secara year on year dengan total aset tumbuh double digit sebesar 11&comma;18&percnt; yoy menjadi Rp1&period;865&comma;64 triliun&comma;” ujar Direktur Utama BRI Sunarso&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kinerja Didorong Keberhasilan BRI Dalam Efisensi<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Sunarso pun mengungkapkan kunci keberhasilan BRI dalam menjaga bottom line kinerja perusahaan&period; Pertama&comma; BRI berhasil melakukan efisiensi utamanya melalui menekan biaya dana &lpar;Cost of Fund&rpar; melalui perbaikan funding structure peningkatan dana murah &lpar;CASA&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Efisiensi tersebut tercermin dari rasio BOPO&comma; CER dan CIR yang membaik dibandingkan periode sama tahun lalu&period; BOPO tercatat 69&comma;10&percnt;&comma; semakin baik dibandingkan BOPO pada akhir 2021 sebesar 78&comma;54&percnt;&period; Rasio CER juga tercatat semakin membaik dari 50&comma;25&percnt; di akhir 2021 menjadi 48&comma;16&percnt; di akhir 2022 dan CIR semula 48&comma;56&percnt; menjadi 47&comma;38&percnt;&comma; yang artinya semakin efisien&period; Di samping itu&comma; membaiknya kualitas kredit yang disalurkan memberikan dampak positif terhadap efisiensi yang dilakukan oleh perseroan&period; Dampaknya&comma; BRI berhasil menurunkan Cost of Credit dari 3&comma;78&percnt; di akhir 2021 menjadi 2&comma;55&percnt; pada akhir 2022&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Faktor kedua yang memberikan kontribusi besar terhadap kinerja perseroan yakni pendapatan berbasis komisi atau fee based income yang tumbuh double digit yang merupakan buah dari transformasi digital&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Pendapatan berbasis komisi memberikan kontribusi yang masif terhadap kinerja BRI secara keseluruhan&period; Dimana&comma; pada akhir Desember 2022 BRI berhasil menghimpun pendapatan berbasis komisi senilai Rp18&comma;80 triliun atau tumbuh 10&comma;16&percnt; yoy&comma; sehingga fee to income ratio mencapai 11&comma;37&percnt;” imbuh Sunarso&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketiga&comma; Sunarso menjelaskan bahwa BRI terus mengoptimalkan upaya recovery&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Hal tersebut tercermin dari Recovery Rate BRI tahun 2022 yang mencapai sebesar 59&comma;12&percnt;&period; Sehingga pendapatan recovery BRI pada akhir 2022 meningkat sebesar 33&comma;59&percnt; year on year&comma;” urainya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Faktor Pendorong Pencapaian Laba<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Pendapatan bunga&comma; khususnya besaran NIM &lpar;Net Interest Margin&rpar; bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi kinerja&comma; khususnya pencapaian laba BRI&period; Di samping efisiensi yang dilakukan&comma; berdasarkan data historis BRI tidak ditemukan korelasi positif antara besaran NIM dengan pencapaian laba BRI&comma; namun faktor utama yang mempengaruhi laba BRI adalah pertumbuhan volume kredit dan juga peningkatan jumlah nasabah yang dilayani&comma; terutama nasabah mikro&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal tersebut ditunjukkan dari data NIM BRI &lpar;bank only&rpar; pada Tahun 2008 sebesar 10&comma;18&percnt;&comma; dengan pencapaian laba hanya sebesar Rp5&comma;96 triliun&period; Saat itu jumlah nasabah pinjaman sekitar 5 juta dan volume kredit hanya sebesar Rp161&comma;06 triliun&period; Lain halnya pada Tahun 2022&comma; laba BRI &lpar;bank only&rpar; justru meningkat pesat menjadi Rp47&comma;83 triliun disaat NIM BRI telah turun 33&comma;20&percnt; dari posisi Tahun 2008&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Peningkatan laba BRI Tahun 2022 tersebut lebih disebabkan oleh pertumbuhan jumlah nasabah mikro yang telah naik lebih dari 3 kali lipat menjadi lebih dari 15 juta nasabah&period; Demikian halnya volume kredit telah tumbuh lebih dari 6 kali lipat menjadi Rp1&period;029&comma;80 triliun jika dibandingkan dengan posisi tahun 2008&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Dana Pihak Ketiga &amp&semi; Kredit Mikro tumbuh Double Digit<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Terkait penghimpunan Dana Pihak Ketiga &lpar;DPK&rpar;&comma; BRI juga berhasil mencatatkan kinerja positif&period; Hingga akhir Kuartal IV 2022&comma; DPK BRI tercatat tumbuh 14&comma;85&percnt; yoy menjadi sebesar Rp1&period;307&comma;88 triliun&period; Dana murah &lpar;CASA&rpar; melesat menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI&comma; dimana secara year on year meningkat sebesar 21&comma;46&percnt;&period; Secara umum saat ini proporsi CASA BRI tercatat 66&comma;70&percnt;&comma; meningkat signifikan dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 63&comma;08&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kemampuan BRI dalam meningkatkan proporsi CASA berdampak positif terhadap efisiensi yang dilakukan perseroan&period; Hal tersebut tercermin dari biaya dana atau Cost of Fund &lpar;Bank&rpar; yang terus turun&comma; dari 2&comma;05&percnt; pada akhir 2021 menjadi 1&comma;87&percnt; di akhir tahun 2022&comma;” imbuh Sunarso&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari sisi penyaluran kredit&comma; total kredit dan pembiayaan BRI Group tercatat mencapai Rp1&period;139&comma;08 triliun pada akhir Desember 2022&period; Secara khusus&comma; portofolio kredit Mikro BRI tumbuh double digit sebesar 13&comma;9&percnt; yoy&period; Hal ini menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit BRI terus meningkat&comma; menjadi sebesar 84&comma;74&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Komitmen Dalam Penyaluran KUR<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan yang sama&comma; Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2022&comma; BRI telah berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar; sesuai dengan breakdown atau alokasi yang ditetapkan Pemerintah yakni sebesar Rp252&comma;38 triliun kepada 6&comma;5 juta debitur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Pada tahun 2023 ini&comma; BRI akan terus berkomitmen untuk menyalurkan KUR sebagai upaya mendorong roda perekonomian grass root serta untuk mendukung penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat&period; BRI telah mendapatkan alokasi penyaluran KUR tahun 2023 dari Pemerintah sebesar Rp270 triliun dan BRI optimis dapat mencapai target tersebut&period; Hal tersebut tak lepas dari kemampuan BRI dalam memproses dan mencairkan KUR dengan rata-rata Rp&period;1 triliun per hari&comma;” imbuhnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait dengan KUR&comma; Supari menjabarkan secara gamblang bahwa KUR adalah Kredit Usaha Rakyat&comma; jadi KUR itu adalah Kredit&comma; bukan bantuan atau hibah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sumber dana KUR&comma; 100&percnt; dari dana bank&period; Suku bunga KUR Mikro 16&percnt;&comma; dari beban bunga 16&percnt; tersebut&comma; Pemerintah memberi subsidi 10&percnt; kepada rakyat sehingga beban bunga yang dibayar rakyat hanya 6&percnt;&period; Jadi&comma; yang dibantu subsidi adalah rakyat&comma; bukan bank&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Manajemen Risiko Yang Prudent<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Keberhasilan BRI dalam menjalankan fungsi intermediasi juga mampu diimbangi dengan manajemen risiko yang prudent&period; Hal tersebut tercermin dari rasio NPL BRI secara konsolidasian yang manageable dilevel 2&comma;67&percnt;&period; Disamping itu&comma; BRI menyiapkan pencadangan yang cukup dengan NPL Coverage tercatat sebesar 305&comma;73&percnt;&comma; dimana angka ini meningkat dibandingkan dengan NPL Coverage di akhir tahun 2021 yang sebesar 281&comma;16&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pencadangan yang memadai tersebut merupakan langkah antisipatif dan upaya mitigasi risiko menghadapi ketidakpastian perekonomian global&comma; kenaikan inflasi dan suku bunga&comma; serta potensi perlambatan ekonomi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan juga didukung dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat&period; Hal ini terlihat dari rasio LDR secara konsolidasian yang terjaga di level 87&comma;09&percnt; dengan Capital Adequacy Ratio &lpar;CAR&rpar; sebesar 25&comma;54&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Berdasarkan data statistik di atas&comma; BRI yakin akan terus tumbuh secara sustainable&comma; karena telah memiliki sumber pertumbuhan yang jelas&comma; punya kecukupan modal dan likuiditas serta pengelolaan risiko yang lebih baik&period; Secara konsisten BRI akan fokus kepada UMKM”&comma; ujar Sunarso menegaskan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Atas pencapaian tersebut&comma; Sunarso pun menegaskan komitmen BRI untuk terus memberikan economic value dan social value utamanya terhadap negara dan masyarakat Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya ingin menegaskan kembali bahwa BRI adalah banknya rakyat&period; BRI berbisnis dengan rakyat dan diproses dengan caranya rakyat&period; Melalui pajak dan dividen&comma; keuntungan BRI akan disetorkan kepada negara dan kemudian kembali lagi menjadi berbagai program Pemerintah untuk rakyat&comma;” pungkasnya&period;&lpar;SP&rpar;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version