Site icon savanaparadise.com

Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, BRI Optimistis Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan 

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;– World Bank dalam laporannya yang berjudul &OpenCurlyDoubleQuote;Is a Global Recession Imminent&quest;” memprediksi kemungkinan terjadinya resesi ekonomi global pada tahun 2023&period; Berkaitan dengan hal tersebut&comma; Presiden Joko Widodo mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk optimistis menghadapi kondisi perekonomian tahun ini yang masih dengan penuh ketidakpastian&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Sebagai perusahaan BUMN yang menjadi bagian dari stabilitas perekonomian nasional&comma; PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk&period; atau BRI telah memetakan sejumlah tantangan ekonomi yang akan sangat berpengaruh pada industri perbankan di Tanah Air tahun ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Direktur Utama BRI Sunarso menjabarkan tantangan-tantangan ekonomi tersebut&period; Yaitu resesi yang akan memukul ekonomi Amerika Serikat dan diperkirakan terjadi pada semester II&sol;2023&period; Hal tersebut dinilai akan mengganggu laju pertumbuhan ekonomi global secara agregat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kemudian &lpar;kedua&rpar; juga masih terjadi tensi geopolitik yang tinggi terutama akibat ketegangan dan perang di Rusia dan Ukraina&period; Juga antara China-Taiwan yang mendorong disrupsi di rantai pasok&comma; saya kira ini juga sangat challenging&comma;” kata Sunarso&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Tantangan berikutnya adalah tekanan inflasi global yang masih tinggi dengan respon utama dari bank sentral setiap negara adalah menaikkan suku bunga&period; Di Indonesia&comma; kata Sunarso&comma; penurunan subsidi BBM akan berdampak pada kenaikan inflasi sampai tahun ini sehingga mendorong penaikan biaya produksi&comma; penurunan pendapatan riil masyarakat&comma; hingga berpotensi mengurangi tabungan masyarakat di bank&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemudian yang terakhir adalah kasus Covid-19 di China yang kembali meningkat&period; Hal itu pasti akan mengganggu secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi secara global karena China adalah negara Super Power selain Amerika Serikat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Di sisi lain&comma; dengan kondisi tersebut beberapa negara maju memiliki peluang resesi yang tinggi&period; Sunarso mengutip data Bloomberg yang menyebut probabilitas resesi ekonomi di China&comma; Hongkong dan Australia mencapai 20&percnt;&period; Korea Selatan dan Jepang 25&percnt;&comma; Selandia Baru 33&percnt;&comma; Amerika Serikat 40&percnt; sedangkan Uni Eropa 50&percnt;&period; Adapun Indonesia menurutnya patut disyukuri karena probabilitasnya hanya 3&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Alhamdulillah Indonesia peluang untuk resesi itu hanya 3&percnt;&period; Kita juga bangga bahwa Indonesia mampu mengelola ekonominya mampu mengintegrasikan dan mengkonsolidasikan secara baik&period; Maka saya kira ekonomi kita cukup solid dan kemudian peluang terjadinya resesi di Indonesia hanya 3&percnt;&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Persentase probabilitas yang minim tersebut ditopang oleh proyeksi makro ekonomi Indonesia yang positif&period; Di mana pertumbuhan ekonomi secara tahunan pada 2023 ditaksir berada di kisaran 4&comma;42&percnt;-5&comma;04&percnt;&comma; walaupun ekonomi dibayangi ketidakpastian&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan tantangan yang Sunarso sebutkan dan proyeksi ekonomi Indonesia tersebut&comma; manajemen BRI pun menyiapkan setidaknya empat skenario untuk menghadapi ketidakpastian pada 2023&period; Skenario tersebut merupakan mitigasi risiko dan strategic response&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Skenario pertama adalah jika ekonomi pulih tapi inflasinya naik dan kualitas pinjaman memburuk&period; Maka yang harus dilakukan perbankan adalah mempercepat proses write-offs untuk memperoleh recovery rate yang lebih tinggi&period; Kemudian mempertahankan coverage ratio yang tinggi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Bisa dipahami bahwa perbankan rata-rata masih menumpuk cadangan untuk mengantisipasi terjadinya kalau terjadi deteriorating di kualitas asetnya&period; Dan kemudian kita cadangkan cukup memadai supaya bantalannya nanti nggak hard landing&comma; kira-kira seperti itu&period; Jadi bantalannya itu mulus untuk mengantisipasi terjadinya pemburukan&comma;” tutur Suanrso&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam kondisi ini&comma; pihaknya memilih tumbuh selektif dan melakukan enhancement credit risk model&period; Dengan Loan Portofolio Guideline &lpar;LPG&rpar; yang diatur moderat&period; Lalu dilakukan monitoring kualitas pinjaman secara intensif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Skenario kedua adalah jika ekonomi mulai pulih dengan inflasi terkendali dan kualitas kredit membaik&period; Pihaknya menyuapkan tiga strategic response&period; Yaitu mempercepat proses write-offs untuk meningkatkan recovery rate dan kemudian menurunkan coverage ratio&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemudian melakukan enhancement terhadap risk-based pricing model untuk meningkatkan daya saing produk serta membuat Loan Portofolio Guideline lebih longgar sebagai pedoman untuk strategi pertumbuhan yang lebih agresif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Skenario ketiga adalah ekonomi stagnan&comma; inflasi naik&comma; dengan kualitas pinjaman memburuk atau the worse scenario&period; Maka pihaknya akan mengambil strategic response tumbuh terbatas&comma; dengan pengaturan Loan Portofolio Guideline yang sangat ketat&period; BRI akan mempertahankan coverage ratio di level yang lebih tinggi dan melakukan monitoring kualitas kredit secara intensif&comma; melakukan simulasi dan stress-test secara periodik dan berkesinambungan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Terakhir jika ekonominya tetap stagnan tapi inflasinya terkendali dan kualitas pinjaman membaik&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Maka strategic response dari BRI adalah tumbuh selektif&comma; Loan Portofolio Guideline diatur di level moderat dengan mempertahankan coverage ratio yang tetap tinggi untuk jaga-jaga jika terjadi pemburukan&period; Kemudian melakukan monitoring kualitas kredit secara intensif dengan simulasi dan stress-test secara periodik dan berkesinambungan&period; Itu yang paling penting&comma;” pungkasnya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version