Site icon savanaparadise.com

Di Tengah Dinamika Ekonomi Global, BRI Catatkan Laba Rp13,8 triliun

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Di tengah dinamika ekonomi global akibat tensi geopolitik dan perang tarif&comma; PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk atau BRI tetap mampu menunjukkan pertumbuhan positif di seluruh segmen bisnis&comma; khususnya dengan tetap menempatkan segmen UMKM sebagai fokus utama&period; Pertumbuhan positif di seluruh segmen bisnis tersebut diikuti dengan capaian laba bersih konsolidasian BRI pada Triwulan I 2025 yang mencapai sebesar Rp13&comma;80 triliun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal tersebut disampaikan pada Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2025 oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi&comma; dan dihadiri oleh Direktur Finance &amp&semi; Strategy BRI Viviana Dyah Ayu&comma; Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom&comma; Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya&comma; dan Direktur Network &amp&semi; Retail Funding BRI Aquarius Rudianto&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Membuka paparannya&comma; Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa sepanjang Triwulan I tahun 2025 perekonomian global masih diwarnai oleh ketidakpastian&comma; terutama akibat tensi geopolitik dan dampak lanjutan dari perang tarif yang turut menekan aktivitas perdagangan internasional dan rantai pasok&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Hery mengungkapkan bahwa BRI memperkirakan akan ada dampak jangka pendek akibat kebijakan tarif baru&period; Namun&comma; saat ini sedang berlangsung negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat yang diharapkan menghasilkan kesepakatan yang lebih baik&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Perlu dicatat bahwa ekonomi Indonesia&comma; termasuk bisnis BRI&comma; lebih banyak bergantung pada konsumsi domestik&period; Sehingga selain dari depresiasi mata uang yang sudah terjadi&comma; perang tarif diproyeksikan tidak berdampak signifikan”&comma; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di samping itu&comma; konsumsi domestik masih menjadi kontributor utama dari pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat masih tumbuh positif&period; Namun demikian&comma; konsumsi domestik masih belum pulih sepenuhnya seperti kondisi sebelum pandemi Covid&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Hal ini menjadi tantangan bagi sektor UMKM yang sangat bergantung pada daya beli masyarakat&period; Dalam kondisi tersebut&comma; BRI terus memperkuat perannya sebagai bank yang pro-rakyat dengan tetap fokus menumbuhkembangkan dan memberdayakan Usaha Mikro&comma; Kecil dan Menengah &lpar;UMKM&rpar; Indonesia&comma; sebagai upaya nyata dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional&comma;” jelas Hery&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh dengan tantangan&comma; BRI Group mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp13&comma;80 triliun dan asset mencapai sebesar Rp2&period;098&comma;23 triliun atau tumbuh 5&comma;49&percnt; secara year on year &lpar;yoy&rpar;&period; Pertumbuhan tersebut didorong penyaluran kredit yang selektif dan berkualitas&comma; dimana semua segmen kredit mencatatkan pertumbuhan positif dengan tetap berfokus pada segmen UMKM&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari sisi penyaluran Kredit&comma; Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa BRI telah mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp1&period;373&comma;66 triliun atau tumbuh 4&comma;97&percnt; yoy&period; Penyaluran kredit BRI tersebut masih didominasi oleh segmen UMKM dengan porsi mencapai 81&comma;97&percnt; dari total kredit BRI&comma; atau dengan nominal sebesar Rp1&period;126&comma;02 triliun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Penyaluran kredit UMKM BRI yang terus tumbuh positif tersebut juga diiringi oleh berbagai inisiatif untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan&period; Salah satunya melalui AgenBRILink yang jumlahnya telah mencapai 1&comma;2 juta agen&comma; menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan pertumbuhan sebesar 49&comma;48&percnt; yoy&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 67 ribu desa atau menjangkau lebih dari 88&percnt; dari total desa di Indonesia&comma; serta mencatat volume transaksi sebesar Rp423 triliun di sepanjang Triwulan I 2025”&comma; ungkap Akhmad&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Seperti diketahui&comma; AgenBRILink merupakan perluasan layanan BRI&comma; dimana BRI menjalin kerja sama dengan nasabah sebagai agen&sol;mitra yang dapat melayani transaksi perbankan bagi masyarakat secara real-time online dengan konsep sharing fee&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Berbagai inisiatif BRI tersebut mempertegas komitmen BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dan berperan strategis dalam membuka lapangan kerja dan menurunkan tingkat kemiskinan&period; Hal ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia”&comma; jelas Akhmad&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait dengan kualitas kredit&comma; Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom memaparkan bahwa pertumbuhan kredit BRI juga diikuti dengan perbaikan kualitas yang diperoleh dari penerapan manajemen risiko yang efektif dan prudent dalam penyaluran kredit&period; Hal tersebut tercermin dari rasio Non-Performing Loan &lpar;NPL&rpar; BRI yang membaik dari 3&comma;11&percnt; di akhir Triwulan I 2024 menjadi 2&comma;97&percnt; di akhir Triwulan I 2025&period; Rasio Loan at Risk &lpar;LAR&rpar; juga terus membaik&comma; dari semula 12&comma;68&percnt; di akhir Triwulan I 2024 menjadi 11&comma;12&percnt; di akhir Triwulan I 2025&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di sisi lain&comma; BRI juga tetap menyiapkan pencadangan yang memadai untuk mengantisipasi potensi pemburukan kualitas aset&period; Hal tersebut tercermin dari Rasio NPL Coverage BRI yang mencapai 200&comma;60&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dengan coverage ratio yang sangat memadai ini&comma; BRI tidak hanya mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan&comma; namun juga memberikan keyakinan kepada investor&comma; regulator&comma; dan seluruh stakeholders bahwa perseroan memiliki fundamental yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi&comma; terutama di tengah kondisi tekanan ekonomi dan geopolitik global seperti perang tarif”&comma; jelas Mucharom&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya adalah Direktur Network &amp&semi; Retail Funding BRI Aquarius Rudianto yang menjelaskan kinerja Dana Pihak Ketiga BRI&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Dari sisi Dana Pihak Ketiga &lpar;DPK&rpar;&comma; BRI mampu menghimpun DPK sebesar Rp1&period;421&comma;60 triliun&period; Dana murah &lpar;CASA&rpar; mendominasi penghimpunan DPK BRI dengan proporsi mencapai 65&comma;77&percnt; atau setara dengan Rp934&comma;95 triliun”&comma; ungkap Aquarius&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pencapaian CASA BRI tersebut tercatat meningkat dibandingkan dengan porsi CASA pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 61&comma;66&percnt;&period; Pencapaian CASA BRI tersebut salah satunya didukung pertumbuhan transaksi digital Super App BRImo yang semakin memperkuat posisi BRI dalam layanan digital banking di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Hingga akhir Maret 2025&comma; tercatat pengguna super app BRImo telah mencapai 40&comma;28 juta user&comma; atau meningkat 20&comma;26&percnt; yoy&period; Sementara dari sisi jumlah dan nilai transaksi&comma; pada Triwulan I 2025 BRImo melayani 1&comma;2 miliar transaksi finansial&comma; naik 25&comma;5&percnt; YoY dengan volume sebesar Rp1&period;599 triliun atau meningkat 27&comma;79&percnt; YoY”&comma; ungkap Aquarius&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Aquarius menambahkan bahwa dalam menghadapi era digitalisasi&comma; BRI juga aktif membangun infrastruktur pembayaran yang modern dengan memperluas jangkauan layanan transaksi non-tunai di seluruh lapisan masyarakat&period; Hal tersebut dibuktikan dari keberhasilan BRI membangun ekosistem pembayaran digital dengan dukungan lebih dari 4&comma;3 juta merchant QRIS dan 344 ribu merchant EDC yang tersebar dari pusat kota hingga pelosok desa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari sisi likuiditas dan permodalan BRI juga berada dikondisi yang kuat&comma; sehingga BRI masih memiliki ruang untuk tumbuh lebih baik pada periode yang akan datang&period; Hal tersebut disampaikan Direktur Finance &amp&semi; Strategy BRI Viviana Dyah Ayu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kinerja positif BRI hingga akhir Maret 2025 juga didukung dengan kondisi likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat&period; Hal ini ditunjukkan dengan Loan to Deposit Ratio &lpar;LDR&rpar; Bank berada di level 86&comma;03&percnt; dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio &lpar;CAR&rpar; sebesar 24&comma;03&percnt;&period; Posisi Capital Adequacy Ratio &lpar;CAR&rpar; BRI tersebut jauh di atas ketentuan batas minimal CAR yang dipersyaratkan”&comma; ungkap Viviana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada penutup press conference&comma; Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa saat ini perseroan dihadapkan pada tantangan global yang tidak mudah&period; Namun&comma; di balik tantangan tersebut&comma; BRI melihat peluang besar untuk terus bertumbuh&comma; berinovasi&comma; dan memperkuat posisi BRI di industri keuangan nasional dan regional&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saat ini BRI memiliki fondasi yang sangat kuat untuk mengoptimalkan peluang tersebut&period; &OpenCurlyDoubleQuote;BRI memiliki lebih dari 36&period;600 tenaga pemasar yang terdiri dari tenaga pemasar mikro &lpar;Mantri&rpar;&comma; RM Lending&comma; dan RM Funding &amp&semi; Transaction dan BRI juga didukung oleh lebih dari 6 ribu unit kerja&comma; mulai dari Kantor Cabang hingga BRI Unit yang tersebar hingga ke pelosok negeri&period; Menjadikan BRI sebagai bank dengan jaringan dan jangkauan terluas di Indonesia&comma;” ujar Hery&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; Hery menambahkan BRI juga memiliki customer base yang besar dimana hingga akhir Maret 2025 terdapat lebih dari 221 juta rekening simpanan serta 211 ribu user QLola di segmen korporasi&period; Ini bukan hanya angka&comma; ini adalah ekosistem besar yang menjadi kekuatan strategis BRI ke depan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hery menjelaskan transformasi BRI menuju universal banking adalah jawaban atas tantangan saat ini&period; BRI tidak hanya akan menjadi bank terbaik di segmen UMKM&comma; tetapi juga harus mampu melayani seluruh spektrum kebutuhan nasabah dari individu hingga korporasi besar&comma; di seluruh lapisan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dengan pijakan kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun 2025 ini&comma; kedepan BRI optimis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip prudential banking dan risk management yang baik di tengah dinamika kondisi perekonomian global&comma;” pungkas Hery&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai informasi&comma; Direktur Utama BRI Hery Gunardi&comma; Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom&comma; Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya&comma; dan Direktur Network &amp&semi; Retail Funding BRI Aquarius Rudianto yang diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan &lpar;RUPST&rpar; tanggal 24 Maret 2025 dan dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya setelah mendapatkan persetujuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan OJK&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version