Site icon savanaparadise.com

Di Kupang, Trotoar Jadi Tempat Jualan

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Liputan Khas Redaksi Akhir Pekan<br &sol;>&NewLine;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p><strong><em>&OpenCurlyDoubleQuote; Sebuah ironi dari kota karang yang menjadi beranda utama provinsi NTT&comma; trotoar yang menjadi area bagi pejalan kaki kini berganti menjadi etalase bisnis&period; Pejalan kaki harus mengalah dan rela bertarung maut dengan melintas disepanjang badan jalan&period; Kondisi ini menjadi pemandangan yang lazim di kota kupang&period; Padahal regulasi mengatakan trotoar diperuntukan untuk pejalan kaki bukan pribadi&period; Undang-Undang No&period; 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah mengaamnatkan soal itu&period; memang semrawut&comma; tapi pemerintah juga abai&period; ” <&sol;em><br &sol;>&NewLine;<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Sebagai Ibukota Provinsi NTT&comma; kota Kupang mestinya menjadi wajah dan indetintas dari provinsi ini&period; Namun kondisi sebagai kota yang tidak teratur menjadi lazimnya&period; Trotoar saja misalnya&comma; di setiap sudut-sudut kota menyajihkan kondisi yang tidak teratur&period; Tak hanya itu&comma; trotoar sudah beralih fungsi karena tidak lagi menjadi tempat bagi para pejalan kaki&period; <&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Trotoar disepanjang Jalan Protokol di jalan Eltari misalnya&comma; trotoar bukan lagi sebagai tempat pejalan kaki&period; Tapi telah berubah jadi lapak para pedagang kaki lima &lpar;PKL&rpar; dan tempat parkir kendaraan&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Trotoar dijalan Eltari sudah sejak lama dipenuhi PKL dan tempat mangkal muda-mudi di kota kupang&period; Banyak aktivitas bisnis di atas trotoar&period; Trotoar menjadi etalase bisnis bagi bara pencari rejeki&period; Jalur trotoar Eltari yang lebarnya tak lebih dari satu meter ini pun sudah penuh dengan PKL tersebut sejak pukul 15&colon;00 setiap harinya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kondisi ini tentu saja mengundang keluhan dari para pejalan kaki&period; Pejalan kaki harus rela turun ke badan jalan untuk menghindari kereta dagangan dari PKL&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Bagi penjalan kaki di Eltari jadi tidak kebagian trotoar&period; Kita mesti turun ke badan jalan tapi harus hati-hati karena siliweran kendaraan yang lalu lalang&comma;” keluh Rosita mamang salah satu mahasiswa Stikes Nusantara Kupang yang biasa jalan kaki kekampus tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ramainya trotoar dengan para pedagang Jagung dan tukang jual lemon dan aneka jualan lainnya membuatnya pejalan kaki tidak nyaman&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Sore-sore harus berangkat kampus&comma; mereka malah ribet nawarin segala macam&period; Jadi tolong segera ditertibkan&period; Kasih tempatlah sama PKL&comma; supaya mereka nggak berdagang di jalan trotoar&comma;” ujarnya kepada savanaparadise&comma; di kupang Sabtu&comma; 07&sol;06 &period;<&sol;p>&NewLine;<p>Puluhan PKL yang terlihat berjejer di trotoar sepanjang jalan jalur Elati tersebut di antaranya tukang bubur kacang&comma; pedagang jagung Bakar&comma; maupun tukang jual pisang&comma; lemon dan penjual kelapa muda semuanya berjejer&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yang lebih bikin kesal&comma; kata Ita&comma; ketika hujan&comma; dia malah harus mengalah&comma; ketika tempat jalannya serta lahan trotoar sudah ditempati lebih dulu oleh PKL&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah seorang pejalan kaki&comma; Ikun&comma; mengatakan kondisi terebut bukan lagi menjadi pemandang yang baru di kota kupang&period; Trotoar yang mestinya menjadi wilayah pejalan kaki kini telah di kuasai oleh para PKL&period; <&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; disatu sisi&comma; ada geliat bisnis diatasnya&comma; tapi disisi lain menjadi tidak adil karena trotoar sudah beralih fungsi&comma;” kata ikun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah seorang penjual pisang&comma; Otniel Pello di jalur Eltari tersebut mengatakan dirinya lebih senang berjualan di atas trotoar&comma; karena di atas trotoar memang banyak orang melihat ada jualan&period; Kadang orang sambil lewat bisa melihat dan membeli jualannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun dia mengaku pasrah&comma; jika ada petugas yang melakukan penertiban terkait penyalahgunaan fungsi trotoar di jalan eltari kota kupang&period; Namun dirinya pasrah apabila ada penertiban dari pemerintah kota Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Belum tahu kalau mau ditertibkan&comma; tapi kalau sudah diberitahu ya sudah&comma; kita menghindar dulu&period; Cari tempat jualan yang baru&period; Tapi sebenarnya sayang&comma; soalnya di sini ramai&comma;” kata Otniel&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal tersebut tak hanya terjadi di jalan Eltari &comma; di beberapa jalan trotoar lainnya seperti Di Lai Lai besi Kopan &lpar;LLBK&rpar; Kupang&comma; trotoar di Tode Kisar pantai Timor sudah dijadikan lapak oleh para pedagang kaki lima&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Disisi lain tak hanya trotoar yang sudah beralih fungsi&comma; kondisi beberapa trotoar juga sudah tak layak lagi karena banyak yang rusak&period; &lpar;Shemar&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version