<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 3.0.5.1 -->
<div class="quads-location quads-ad1" id="quads-ad1" style="float:none;margin:0px;">

</div>
<p><strong>Savanaparadise, Kupang &#8211; </strong>Upaya penyelematan Bank NTT agar tidak turun status jadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan menggandeng Bank DKI menuju titik terang.</p>
<p dir="ltr">Skema Kerjasama Usaha Bank (KUB) antara Bank NTT dengan Bank DKI untuk memenuhi Modal Inti Minimum (MIM) sebesar Rp 3 triliun paling lambat 31 Desember 2024 sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.03/2020 menuju tahap akhir.</p>
<p dir="ltr">Upaya penyelamatan Bank NTT ini diapresiasi Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT.</p><div class="ad-middle"><p class="ad-title">ADVERTISEMENT</p><div class="ad-content"><div class="ad-content-a"><div class="ad-content-b"><div class="ad-content-c"><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8882367248828292"
 crossorigin="anonymous"></script>
<!-- header 970 x 250 -->
<ins class="adsbygoogle"
 style="display:inline-block;width:970px;height:250px"
 data-ad-client="ca-pub-8882367248828292"
 data-ad-slot="6008007437"></ins>
<script>
 (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></div></div></div></div><p class="scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT</p></div>
<p dir="ltr">Hal ini disampaikan disampaikan Ketua Komisi III kepada wartawan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Bank NTT pada Jumad 12 Juli 2024.</p>
<p dir="ltr">RDP yang digelar secara tertutup ini dihadiri Direktur Kredit, Hilarius Minggu dan Direktur Pemasaran, Kristian Adoe guna meminta penjelasan terkait tahapan proses KUB antara Bank NTT dengan Bank DKI.</p>
<p dir="ltr">Pasalnya, batas waktu kewajiban pemenuhan MIM sesuai Peraturan OJK kurang lebih tersisa 5 bulan.</p>
<p dir="ltr">Jonas mengatakan bahwa penjelasan dari pihak Bank NTT terkait KUB telah masuk proses negosiasi atau pendekatan. Berdasarkan jadwal, tahapan ini akan berakhir pada 31 Juli 2024.</p>
<p dir="ltr">Selanjutnya adalah tahapan penilaian aset milik Bank NTT oleh tim survei dari Bank DKI dan beberapa kesepakatan lainnya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Setelah itu masuk pada kesepakatan modal. Nanti ada tim survei datang lihat kondisi Bank NTT baru sepakat berapa pernyataan modalnya sesuai ketentuan dari OJK,&#8221; jelas mantan Wali Kota Kupang ini.</p>
<p dir="ltr">DPRD NTT kata Jonas, berharap KUB Bank NTT dengan Bank DKI dapat terwujud sesuai jadwal atau target yakni di bulan November 2024.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita apresiasi dan mendukung. Karena Bank ini butuh dana itu sesuai persyaratan dari OJK,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Ia juga mengapresiasi langkah Bank DKI yang mau menyelamatkan Bank NTT agar tidak turun status menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).</p>
<p dir="ltr">Ia juga menghimbau masyarakat NTT agar tidak perlu cemas dengan KUB antara Bank NTT dengan Bank DKI.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi KUB ini bukan seolah-olah Bank NTT ini merger atau gabung dengan Bank DKI. Tidak seperti itu. Ini hanya modal saja,&#8221; terangnya.</p>
<p dir="ltr">Calon Wali Kota Kupang ini juga menjelaskan bahwa penyertaan modal dari Bank DKI tidak sepenuhnya harus menggenapi kekurangan Modal Inti Minimum (MIM) Bank NTT sebesar Rp 600 miliar lebih.</p>
<p dir="ltr">&#8220;KUB itu tidak perlu nilainya sampai memenuhi 3 triliun. Kan kita hanya kurang 600 miliar lebih. 150 miliar saja sudah memenuhi persyaratan KUB,&#8221; tandasnya. <strong>(Liam)</strong>
</p>
Dewan Optimis KUB Bank NTT dengan Bank DKI Bisa Terwujud

