Site icon savanaparadise.com

Dari Dapur Rumah ke Etalase Bandara, Ini Kisah Sukses UMKM Bersama Rumah BUMN Binaan BRI

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Rumah BUMN binaan BRI terus membuktikan bahwa program ini sangat efektif dalam memberdayakan pengusaha UMKM tumbuh dan berkembang&period; Enih&comma; pemilik Erildya Cemilan Family menjadi salah satu bukti nyata bahwa program Rumah BUMN binaan BRI yang didorong dengan kemauan belajar&comma; dan sedikit keberanian mencoba efektif membuatnya bisa benar-benar tumbuh dan berkembang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari seorang ibu yang awalnya memutar modal dari gaji suami&comma; kini Enih menjadi pelaku UMKM yang produknya bisa dibeli di etalase modern&period; Ceritanya bermula dari sebuah sudut perbatasan Kota Tangerang&comma; dekat Masjid Al-A’zhom&comma; lewat warung kopi sederhana&period; Namun&comma; badai pandemi Covid-19 memukul usahanya&period; Ia pun mencari cara lain untuk bertahan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari dapur rumahnya&comma; lahirlah ide membuat keripik tradisional untuk keluarga&comma; yang kemudian menjadi Erildya Cemilan Family&period; Awalnya hanya untuk dikonsumsi secara pribadi&comma; namun rasa gurih dan renyahnya membuat banyak orang tertarik membeli&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Waktu itu saya cuma pikir&comma; yang penting ada pemasukan buat keluarga&comma;” kenangnya saat dihubungi pada Senin&comma; &lpar;11&sol;8&sol;2025&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Memulai bisnis camilan secara serius sejak 2021&comma; Enih perlahan memperluas jangkauan produknya&period; Kini&comma; camilan buatannya seperti keripik tempe&comma; seblak kering&comma; hingga kacang kriwil sudah masuk ke toko oleh-oleh di bandara&comma; gerai Sarinah Thamrin&comma; dan tersebar di berbagai toko di Jabodetabek&period; Bahkan&comma; produknya telah hadir di Hypermart&comma; dan dalam proses masuk ke Lawson&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Produksi masih dilakukan secara home made&period; Dalam sehari&comma; ia bisa membuat sekitar 50 bungkus produk&period; Jika ada pesanan besar dari toko&comma; ia dan keluarga akan bekerja ekstra&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya yang bagian marketing&comma; suami masih punya warung di rumah&comma; dan malamnya kami produksi bareng&period; Kadang anak juga ikut bantu produksi kalau lagi libur&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perubahan besar datang saat Enih menemukan informasi tentang Rumah BUMN Jakarta melalui Instagram&period; Ia menghubungi pengelola Rumah BUMN Jakarta lewat pesan pribadi&comma; lalu bergabung dalam pelatihan&period; Materinya mencakup digital marketing&comma; pemanfaatan data e-commerce&comma; dan pembuatan konten&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Alhamdulillah dari yang tadinya gaptek&comma; sekarang sudah mulai mengerti sedikit-sdikit&period; Penjualan online sudah mulai jalan&comma; meski toko offline masih penting&period; Yang masih pengen banget saya pelajari itu live TikTok dan bikin video produk&comma;” ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Program ini juga membuka pintu bagi Enih untuk terhubung dengan berbagai peluang&comma; termasuk dukungan dari Kementerian UMKM serta Kementerian Pariwisata&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di usia 49 tahun&comma; Enih masih menyimpan target besar diantaranya meningkatkan kapasitas produksi&comma; membentuk PT perseorangan&comma; dan memperluas pasar&period; Ia percaya bahwa digitalisasi adalah kunci untuk mengembangkan usaha lebih cepat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau bisa&comma; produk ini nggak cuma dijual di Jabodetabek&comma; tapi sampai ke seluruh Indonesia&period; Saya juga pengen punya pabrik kecil sendiri&comma;” ujarnya penuh semangat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan terpisah&comma; Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menjelaskan bahwa BRI terus menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh masyarakat dan UMKM&period; Hingga akhir Juni 2025&comma; BRI mengelola 54 Rumah BUMN dan telah melaksanakan lebih dari 16 ribu pelatihan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Melalui Rumah BUMN&comma; BRI tidak hanya memberikan akses pelatihan dan pendampingan&comma; tetapi juga membuka jalan bagi para pelaku usaha untuk naik kelas dan go digital&period; Kami percaya&comma; semakin banyak UMKM yang tumbuh dan berkembang&comma; maka akan semakin kuat pula fondasi perekonomian bangsa&comma;” jelasnya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version