Site icon savanaparadise.com

Dari Bojonegoro ke Belanda, BRI Dukung Healty Snack Matoh Perkuat Ekspor

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;– Berawal dari upaya meningkatkan economic value bahan pangan singkong&comma; camilan sehat keripik singkong dengan brand Matoh asal Bojonegoro&comma; Jawa Timur lahir pada 2013&period; Kini Matoh pun sudah menjadi produk ekspor dan turut meramaikan Festival Tong Tong di Belanda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Matoh adalah brand keripik singkong yang dibesarkan oleh PT Paretu Estu Guna dengan enam varian rasa berbeda yaitu Keju&comma; Original Soya&comma; Manis Asin&comma; Sambal Purut&comma; Balado dan Sea Salt&period; Selain itu&comma; dua bulan lalu Matoh merilis varian baru keripik ubi rasa Cinnamon&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Factory Manager PT Paretu Estu Guna Muhammad Pujiono bercerita&comma; pada awalnya ia merintis usaha dari mengubah gudang tembakau menjadi gudang tepung singkong gluten free&period; Dengan pasokan dari petani singkong di daerahnya&comma; pihaknya pun mencoba membuat keripik singkong dengan tujuan meningkatkan nilai ekonomi dari tanaman pangan tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jatuh bangun saat menjalankan usaha&comma; mendorongnya untuk riset terhadap bibit singkong yang bagus sebagai bahan baku keripik&period; Hingga pada 2013 pihaknya mendapatkan varian bibit singkong yang cocok dari Kalimantan untuk diformulasikan menjadi makanan ringan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami membuat singkong dengan value yang tinggi sebagai healthy snack dan hadirlah keripik singkong ini&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya&comma; ia merasa terpanggil memberdayakan petani di wilayah Bojonegoro&period; Pasalnya&comma; banyak lahan pertanian di Bojonegoro gagal panen karena pengairan yang kurang&comma; sedangkan singkong perawatannya relatif mudah dan tidak memerlukan air yang banyak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Akhirnya kami kolaborasi dengan beberapa petani&comma; kami memberikan bibit yang kami ambil waktu panen&period; Jadi&comma; keripik singkong dengan brand Matoh yang merupakan bahasa lokal Bojonegoro artinya bagus&comma; sip&comma; atau top&period; Gudang pun kami ubah dengan konsep food grade&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Adapun dalam pemasaran Matoh&comma; pihaknya menjalankan berbagai strategi&period; Salah satunya mengikuti BRI UMKM EXPO&lpar;RT&rpar; BRILIANPRENEUR&comma; ajang untuk mendorong pelaku usaha mikro&comma; kecil&comma; dan menengah &lpar;UMKM&rpar; naik kelas dari PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk atau BRI&period; Pada ajang tersebut ia juga mendapat kesempatan untuk mengikuti Festival Tong Tong di Negeri Kincir Angin&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Pujiono pun bercerita bahwa Matoh sudah diekspor sejak 2019 setelah rutin mengikuti program pelatihan ekspor dari pemerintah&period; Sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia&comma; Pujiono mengatakan porsi ekspor Matoh mencapai 65&percnt; dari total produksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Di dalam negeri&comma; orang makan healthy snack itu masih relatif rendah&period; Matoh tidak ada pengawet&comma; gluten free&comma; tidak menggunakan pewarna&comma; seasoning-nya punya sendiri dari rempah khas Indonesia yang menerapkan penanaman secara organik&period; Jadinya Matoh itu premium healthy snack&period; Enak tapi menyehatkan juga&comma;” ujar Pujiono&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun&comma; ketika pandemi melanda porsi penjualan menjadi terbalik yaitu 65&percnt; untuk pasar lokal dan 35&percnt; ekspor&period; Menurutnya hal itu terjadi karena adanya lockdown di beberapa negara sehingga proses pengiriman menjadi terbatas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kendati demikian&comma; hal itu tak menyurutkan pihaknya untuk terus memperluas pasar ekspor&period; Rencananya Matoh akan melakukan ekspansi ke Kawasan Timur Tengah dan Afrika&period; Di sisi lain&comma; pihaknya akan memprioritaskan Belanda sebagai tujuan ekspor berikutnya&period; Belanda dinilai memiliki pasar yang tinggi karena masyarakat Belanda lebih familiar dengan produk dan cita rasa Indonesia&period; Adapun saat ini&comma; pasar terbesar Matoh di Tanah Air adalah Pulau Bali&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan harga produk Matoh termurah Rp13&period;000&comma; Pujiono menuturkan produksi Matoh kini mencapai 25-30 ton atau sekitar 40&period;000-50&period;000 kemasan per bulan&period; Dalam menjalankan usaha&comma; pihaknya juga mempekerjakan sekitar 30 karyawan dan bekerja sama dengan sekitar 8 petani yang per orangnya mengelola ladang singkong 1&comma;5-2 hektar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Konsisten Edukasi UMKM Go Global<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Direktur Bisnis Kecil &amp&semi; Menengah BRI Amam Sukriyanto menjelaskan bahwa pihaknya terus mengedukasi dan menyiapkan pelaku UMKM untuk mengembangkan pangsa pasarnya hingga ke mancanegara atau go global&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Amam menambahkan bahwa perseroan juga melakukan strategi business matching mempertemukan konsumen &lpar;buyer&rpar; dari mancanegara dengan UMKM lokal&period; Strategi ini dapat dilihat dari gelaran BRI UMKM EXPO&lpar;RT&rpar; BRILIANPRENEUR&comma; ajang tahunan BRI untuk mendorong pelaku UMKM binaan BRI go global&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Di tahun lalu&comma; ajang tersebut mencatatkan transaksi business matching hingga US&dollar;72&comma;13 juta atau melampaui target perseroan yang telah ditetapkan sebesar US&dollar;65 juta&period; Adapun sebanyak 110 buyers meramaikan ajang ini yang berasal dari 31 negara&comma; termasuk Amerika Serikat&comma; Uni Eropa&comma; Timur tengah&comma; hingga Australia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;UMKM lokal memiliki potensi yang sangat besar dengan beragam keunikan serta produk yang disukai oleh berbagai konsumen dari berbagai negara&period; Untuk itu lah&comma; kami coba berusaha mendampingi agar produk UMKM lokal ini memiliki kualitas terbaik dan selaras dengan kebutuhan pasar&comma;&&num;8221&semi; tambahnya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version