Site icon savanaparadise.com

Dapat Pelatihan dan Modal dari BRI, Wanita Ini Sukses Bangun Usaha Kerupuk Daun Bambu

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Cililin&comma; Savanaparadise&period;com&comma; – Berbisnis tak melulu harus terencana dengan sistematis&period; Tak dinyana beberapa pengusaha sukses yang menggeluti bisnisnya berawal dari keisengan&period; Seperti bisnis kerupuk Daun Bambu&comma; milik Ibad Badriah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perempuan 43 tahun ini merupakan ketua kelompok wanita Motekar klaster usaha kerupuk Daun Bambu&comma; di kampung Tangan-Tangan RT 02&comma; Desa Bongas&comma; Kecamatan Cililin&comma; Kabupaten Bandung Barat&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Akrab di panggil Ibad&comma; perempuan asal Cililin ini mengungkapkan awalnya iseng membuat kerupuk yang berbahan dasar daun bambu&period; Karena sebelumnya dia sering membuat kerupuk jenis lain&comma; namun akhirnya dia terinspirasi mencampurkan daun bambu&period; Sebab daun bambu di sekitarnya sangat melimpah&period;<br &sol;>&NewLine;Kemudian&comma; dia bertemu dengan salah satu teman yang merupakan pengusaha bambu&period; Temannya tersebut mendukung Ibad untuk mengembangkan usaha kerupuk daun bambu&comma; karena menurutnya menarik dan unik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berkat dukungan dari sang teman&comma; Ibad akhirnya melakukan uji coba membuat kerupuk daun bambu&period; Setelah beberapa kali mencoba&comma; memberanikan diri memberikan tester kerupuk tersebut kepada orang-orang sekitar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya bikin dulu tester sample&comma; terus saya cobain ke teman-teman&period; Mereka bilang kerupuknya enak&period; Nah&comma; sebelumnya saya membuat kerupuk daun bambu ini pakai ampasnya&comma; cuma nggak cocok&period; Terus pake sari daun bambu dan cocok&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari 1 kg bahan baku sari daun bambu hanya dipakai untuk 2 kg tepung kanji&period; Tujuannya agar aroma daun bambu lebih terasa&period; Seiring berjalannya waktu dan dukungan dari teman-teman serta keluarga&comma; akhirnya Ibad memberanikan diri membuka usaha kerupuk daun bambu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ibad tak ingin sukses sendiri&comma; perempuan ini merangkul ibu-ibu di sekitar agar mereka mendapatkan penghasilan dan bisa mandiri dan tak bergantung dari penghasilan suami&period; Pada tahun 2021&comma; kelompok Wanita Motekar klaster usaha kerupuk daun bambu resmi berdiri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meskipun produksi usaha kerupuk daun bambu masih sedikit&comma; tapi setidaknya&comma; kata Ibad&comma; para ibu-ibu itu bisa mendapatkan penghasilan walaupun masih rendah&period; Selain itu&comma; ibu-ibu tersebut menjadi lebih produktif&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Mendapatkan Pinjaman BRI<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Bisnis Ibad akhirnya memiliki peluang berkembang&period; Dia mendapatkan Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar; sebesar Rp 50 juta dari BRI&period; Kebetulan&comma; Ibad memang sudah menjadi nasabah BRI sejak 2018&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam proses menjalankan usaha memang tidak mudah&comma; selalu ada kerikil kecil jadi penghalang&period; Diantaranya&comma; ada yang mengejek produk kerupuk daun bambu milik kelompok usaha Ibad&period; Sebab&comma; masih tergolong langka kerupuk yang berbahan dasar daun bambu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah produk kerupuk daun bambunya dikenal masyarakat&comma; Kelompok Wanita Motekar klaster usaha kerupuk daun bambu kembali mendapatkan bantuan dari BRI&period; Kali ini berupa peralatan produksi dengan nominal Rp 70 juta&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Mulai dikenal&comma; saya dapat bantuan dari BRI&comma; berupa peralatan Rp 70 juta&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bersyukur&comma; berkat bantuan dari BRI&comma; pihaknya bisa memproduksi kerupuk daun bambu lebih banyak lagi&period; Meski masih ada penghalang lain yakni lokasi produksi&period; Selama ini produksi masih dilakukan di rumah pribadi milik Ibad&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tak sebatas bantuan dana dan peralatan&comma; kelompok usaha Ibad juga sering mendapatkan pelatihan dari BRI mengenai pengemasan produk dan pemasaran&period; Ke depan&comma; Ibad berharap bisa meningkatkan produksi dan pemasaran kerupuk daun bambu kelolaannya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version