Site icon savanaparadise.com

Dana Kerjasama Kajian Pemekaran SUMBA TIMUR Dengan UI Bisa Jadi Temuan BPK

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Waingapu&comma; savanaparadise&period;com &&num;8211&semi;<&sol;strong> Dana kerjasama untuk kajian Pemekaran Kabupaten  Sumba Timur dengan menggandeng tim Akademis dari Univeresitas Indonesia &lpar;UI&rpar; terancam menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan &lpar;BPK&rpar;&period; Pasalnya anggaran yang bersumber dari APBD itu yang sudah di plot untuk pemekaran tidak jelas dalam perencanaannya karena hingga saat ini hasil rekomendasi dari UI belum di tindak lanjuti&period; Untuk menghindari konsekuensi ini Pemda Sumba Timur harus segerah melakukan pemekaran sesuai hasil rekomendasi dari tim dari UI&period;<&sol;p>&NewLine;<div>Demikian di katakan anggota DPRD NTT&comma; Pdt&period; Abraham litinau&comma;S&comma;Th&comma; kepada Savanaparadise&comma; senin 04&sol;06&comma; di Kupang&period;&OpenCurlyDoubleQuote;Dana itu bisa menjadi temuan BPK bilamana hasil rekomendasi dari UI belum di jalankan oleh Pemda Sumba Timur&period; Karena dana  yang bersumber dari APBD tersebut  harus dilaksanakan karena kita sudah merancangnya yang di peruntukkan bagi  pemekaran&period; Ketika ini tidak dilaksanakan maka dana-dana yang ratusan juta yang sudah dianggarkan untuk analisa daerah untuk bekerjasama dengan UI menjadi mubasir&period;”&comma; ujar Politisi Partai Demokrasi Kebangsaan ini menjelaskan&period;<&sol;div>&NewLine;<div>Kenapa menjadi temuan&quest;&comma; bagi Litinau Karena dalam perencanaannya tidak jelas&period; sehingga tidak ada pilihan lain selain melaksanakan rekomendasi tersebut&period;<&sol;div>&NewLine;<div>Dikatakan Litinau&comma; Sumba timur sudah di kasih alternatif untuk memekaran diri melalui beberapa skenario berdasarkan alternatif hasil kajian UI &period; Bisa menjadi satu Kabupaten&comma; satu Kota&comma; Dua Kabupaten&comma; bahkan bisa di bagi empat lagi&period; Menurut mantan Wakil Ketua DPRD Sumba Timur ini&comma; Semua pilihan itu bisa di laksanakan&comma; tergantung pilihan pimpinan daerah&period;<&sol;div>&NewLine;<div> &OpenCurlyDoubleQuote;Dalam hal ini adalah Bupati&comma; harus berani untuk memekarkan Sumba Timur dengan tujuan membuka isolasi wilayah&period; Kalau kita hanya nyaman dalam kemapanan karena kita sementara berkuasa saya kira itu sangat naif&period; tetapi kalau pertanyaan saya adalah kalau kita mau berkuasa untuk menguasai banyak orang&comma; tidak usah ada pemekaran&period; Tetapi mau melayani banyak orang maka pemekaran harus jalan&period;”&comma; tegas Litinau&period;<&sol;div>&NewLine;<div>Di jelaskannya&comma; Kalau pemimpin mau melayani rakyat&comma; maka harus secarah sungguh-sungguh untuk melayani&period;  kalau dulu tidak ada niat mengapa direncanakan&period; mengapa buang-buang uang rakyat&comma; untuk apa datangkan tim kajian&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kalau di sebut taplak meja terlalu besar&comma; disebut sapu tangan terlalu kecil&period; artinya hasil penilitian sudah boleh di jadikan acuan dalam mengambil opsi untuk pemekaran&period; Bahwa ada empat raport rapor merah&comma; tetapi itu bukanlah hal yang melemahkan untuk melayani rakyat&period;  Karena sampai dunia kiamat pun kita tidak akan pernah lolos dari raport merah”&comma; pungkasnya<&sol;div>&NewLine;<div>Litinau melihat lamban nya pemekaran tersebut diakibatkan Pemda tidak berniat untuk melanjutkan perencanaan yang sudah di putuskan&period; Apakah adalah itu adalah bagian dari strategi&quest;&comma; untuk menjadi komoditas politk&quest; &comma;bagi Litinau&comma;  pemekaran adalah politik&comma;  politik untuk mensejahterahka rakyat&period;<&sol;div>&NewLine;&NewLine;

Exit mobile version