Site icon savanaparadise.com

Curhat Nakes di Ende Saat Berjibaku Melawan Pandemi Covid-19, Siapa Yang Peduli?

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Pandemi Covid-19 belum berakhir&comma; entah sampai kapan&comma; semuanya belum pasti&period; Ketidak pastian ini yang menguras energi bangsa ini untuk melakukan berbagai upaya serta cara demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kendati demikian&comma; kasus Covid-19 terus melonjak&period; Akibat dari lonjakan ini yang memicu Pemerintah mengeluarkan aturan terbaru dan menetap beberapa daerah masuk PPKM Level 4&period; Sebut saja&comma; salah satunya Provinsi Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di NTT sendiri&comma; ada 4 Kabupaten yang terdaftar sebagai Kabupaten masuk PPKM level 4&comma; dan salah satunya adalah Kabupaten Ende&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kerja sama dan kerja ekstra menjadi sebuah keharusan&period; Selain Satgas&comma; peran Tenaga Kesehatan &lpar;Nakes&rpar;&comma; pahlawan pandemi Covid-19&comma; perlu dioptimalkan&period; Pelibatan Nakes sebagai garda terdepan di tengah gempuran pandemi&comma; sangat dibutuhkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Para Nakes di ibaratkan seperti prajurit yang siap bertempur di medan laga&period; Sebagai prajurit&comma; keselamatan nyawa menjadi taruhan&period; Itulah kenyataan yang dihadapi para Nakes di tengah situasi pandemi Covid saat ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebuah pilihan yang amat sulit&comma; tapi demi profesi dan sumpah setia&comma; mau tidak mau&comma; suka ataupun tidak suka wajib dijalankan&period; Keselamatan nyawa pasien adalah segala-galanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dibalik kesetian Nakes mendedikasikan dirinya bagi sesama&comma; bangsa dan Negara&period; Banyak hujatan yang mereka terima&period; Kata-kata senonoh selalu dilontarkan kepada mereka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menyedihkan memang&period; Tapi apa yang mau dikata&comma; begitulah faktanya&period; Pengorbanan&comma; kerja keras&comma; bahkan nyawa sebagai taruhan sepertinya tak berarti apa-apa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tak terbersit dalam benak kita&comma; bagaimana rasanya memakai hazmat di siang hari&period; Dikala kebutuhan mendesak&comma; namun Insetif yang belum diterima&period; keselamatan nyawa keluarganya terancam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tidak adil&comma; apabila itu dilihat dari sudut pandang neraca keadilan&period; Sudah berkorban dan bekerja keras&comma; namun yang didapat tak sebanding dengan pengorbanan itu&period; Sedih&comma; kalau itu dikenang&period; Terluka apabila di kisahkan kembali&period; Begitulah fakta-fakta menyedihkan dialami para Nakes dalam menangani Covid-19&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Begitulah sepenggal cerita dari para Nakes saat berjibaku di tengah pandemi Covid-19&period; Para tenaga kesehatan ini memiliki cerita tersendiri dalam berjibaku menangani pasien Covid-19&period; Apalagi beberapa hari terakhir&comma; Ende pun masuk dalam zona PPKM Level 4&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kisah ini seperti yang dialami Isma Yati&comma; Tenaga Kesehatan &lpar;Nakes&rpar; yang bekerja pada salah puskesmas dalam kota Ende&period; Ia menceritakan&comma; tak kurang dari 4 jam harus menggunakan alat pelindung diri &lpar;APD&rpar; baik Hazmat dan masker berlapis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gerah&comma; tentu dirasakan Isma Yati&period; Namun kondisi itu harus dilakoni demi menjaga kesehatannya kala bertugas melakukan penyekatan&comma; swab ditempat dan tracing  selama PPKM level 4&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Isma Yati&comma; mereka di minta oleh pihak Kodim Ende untuk melakukan swab dan tracing selama penyekatan berlangsung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Paginya&comma; sebelum penyekatan&comma; swab dan tracing&comma; kita berkumpul di Markas Kodim untuk mendengarkan arahan&comma; suport&comma; dan sarapan pagi yang disiap pihak Kodim&&num;8221&semi;&comma; tutur Isma Yati kepada Savanaparadise&period;com&comma; Sabtu &lpar;21&sol;8&sol;21&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Keselamatan nyawa masyarakat itu yang kita prioritaskan&period; Jangan ciut dengan bullyan itu&period; Harus tetap semangat dalam menjalankan tugas mulia ini&period; Itulah pesan pak Dandim kepada kami sebelum terjun ke lokasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Beberapa waktu terakhir&comma; menurut Isma Yati tidak sedikitnya penolakan-penolakan dilakukan oleh warga saat melakukan swab dan tracing&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Walaupun demikian&comma; ungkap Isma Yati&comma; kami tetap enjoi dan menikmati pekerjaan ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita pernah ditolak saat dilapangan&period; Baik itu saat melakukan swab ataupun tracing&comma;&&num;8221&semi; kata Isma Yati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Saat ini&comma; tutur Isma Yati dimedia sosial ramai membicarakan tentang kami&period; Tentang inilah&comma; tentang itulah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Demi Allah&comma; tidak ada niat sedikit pun dari kami untuk menghambat aktifitas masyarakat&period; Keselamatan warga yang diutamakan bagi kami &&num;8220&semi;&comma; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kita kepingin Kabupaten Ende ini menuju Kabupaten yang sehat&comma; terbebas dari pandemi Covid-19&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Isma Yati mengaku sedih karena melihat dan mendengar kabar&comma; satu per satu rekan seprofesinya tumbang&period; Ada yang terpapar Covid-19&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menduga para nakes yang terpapar karena kondisi lelah fisik sepanjang menangani pasien Covid-19 yang membeludak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya tau persis di lapangan&period; Saya menduga Teman-teman nakes terkonfirmasi karena efek kecapean&comma;&&num;8221&semi; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Isma Yati meminta kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas keluar rumah sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Intinya kembali lagi soal kesadaran masyarakat&period; sekali lagi&comma;sejauh ini kita sudah menghimbau masyarakat  untuk taat terhadap Prokes demi mencegah terjadinya penularan&comma;&&num;8221&semi; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Karena kesehatan mahal harganya&period; Lebih baik mencegah daripada mengobati&comma;&&num;8221&semi; tutup Isma Yati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara Riky Leonard menambahkan banyak isu-isu liar berseliweran di media sosial yang mengatakan tenaga kesehatan sekarang hanya mempunyai skill korek hidung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sungguh&comma; begitu sakit&comma; hati kami mendengarkan kata-kata demikian&period; Kepingin marah&comma; nanti lebih disalahkan lagi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ya&comma; sudahlah ketimbang stres dengan segala macam hinaan yang ditujukan kepada kami&comma; mendingan kita fokus pada tugas yang dipercayakan itu&&num;8221&semi;&comma; ujar Riky&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Riky&comma; mayarakat lebih mudah terjebak hoax&comma; ketimbang mencari tahu sumber kebenarannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ya memang begitulah fakta saat ini&&num;8221&semi;&comma; kata Riky&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Riky menuturkan sesungguhnya Covid-19 itu nyata dan ada&comma; ini bukan konspirasi&period; Lalu bagaimana mencegah dan memutuskan mata rantai Covid-19&quest;&comma; Inilah yang sedang diupayakan Negara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; semenjak Kabupaten Ende masuk PPKM level 4&comma; penyekatan dan swab ditempat dilakukan dimana-mana dalam Kota Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tidak hanya itu&comma; jelas Riky TNI&sol;Polri gandeng Nakes masuk sampai ke pelosok Desa untuk melakukan tracing dan testing&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya pun pernah menagalami penolakan oleh warga&comma; lalu kita menjelaskan kepada warga tentang penting melakukan swab dan tracing&&num;8221&semi;&comma; tutur Riky&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Riky&comma; penolakan ini terjadi dikarenakan masyarakat belum mengerti dan memahami apa penting dilakukan swab&comma; tracing dan testing kepada warga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya sendiri belum pernah terpapar&comma; namun semua keluarga pernah terapapar Covid-19&&num;8243&semi;&comma; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sudah sekian bulan bekerja&comma; menurut RIky sejauh ini insetif belum diterima&&num;8221&semi;&comma;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pernah menerima tapi di awal tahun&&num;8221&semi;&comma; tuturnya<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version