Site icon savanaparadise.com

Christom Satukan Poros Tengah- Amfong Menuju Kupang 2018


Oelamasi, Savanaparadise.com, Kehadiran pasangan bakal calon (Balon) bupati dan balon wakil bupati Kupang 2018, Jan Crhristofel Benyamin- Thomas Malafu atau dikenal dengan nama sandi CRISTOM menjadi ancaman serius bagi pasangan calon lainnya, karena paket ini merupakan perpaduan dua kekuatan besar, Poros Tengah dan Amfoang.

Perpaduan dua figur dari dua poros besar ini ditandai dengan acara peminangan oleh balon bupati, Jan Christofel Benyamin kepada balon wabup, Thomas Malafu di Oh’aem, Amfoang Selatan, Jumat (23/6). Rombongan peminangan menggunakan adat Timor ini mengambil titik star dari Sonaf Oninama, Babau atau dikenal dengan Poros Tengah Kabupaten Kupang.

Balon Bupati Kupang periode 2018- 2023, Jan Christofel Benyamin dalam sambutannya pada acara peminangan tersebut mengatakan, acara yang dilaksanakan ini merupakan awal perjalanan dan langkah menuju Kabupaten Kupang 2018 mendatang. Dengan diterimanya peminangan ini, maka tidak lagi sedirian menghadapi proses pilkada Kupang 2018.

“Sonaf Oninama dan Oh’aem tidak mungkin jalan sendiri dalam pentas pilkada 2018. Dengan peminangan ini, dua kekuatan yang ada telah disatukan untuk mewujudkan pilkada 2018 mendatang. Saya yakin dan percaya, Tuhan pasti menyertai kita,” tandas Oni Benyamin, demikian Jan Cristofel Benyamin biasa disapa.

Oni Benyamin menyatakan, membangun Kabupaten Kupang adalah membangun masyarakat, masyarakat adat, lembaga keagamaan dan semua aspek lainnya. Harus diakui, keberadaan lembaga keagamaan dan kebudayaan belum mendapat perhatian maksimal. Jika aspek kerohanian masyarakat sehat, maka sudah pasti akan terlibat aktif membangun daerah ini. Untuk itu, paket CRISTOM membawa program kerja yang dikemas dalam Tiga Batu Tungku. Tungku pertama dalah pendidikan dan kesehatan. Tungku kedua adalah ekonomi rakyat berbasis kearifan lokal. Tungku ketiga adalah berbudaya.

“Mari bersama- sama membangun negeri kita yang berkarakter, berbudaya, dan berketuhanan serta membangun rakyat agar punya penghasilan untuk membantu kehidupan. Mari kita bersatu hati melangkah ke depan untuk membangun negeri kita bersama CRISTOM,” ajak Oni Benyamin.

Sementara itu, Balon Wakil Bupati Kupang, Thomas Malafu menyampaikan, sebagai orang kampung, dirinya tidak pernah bermimpi menjadi pemimpin. Bahkan selama ini, orang- orang hanya datang di Amfoang dan Fatuleu untuk mendapatkan dukungan. Dengan munculnya paket CRISTOM, maka Amfoang dan Fatuleu sudah ada orangnya.

“Kalau pun akan ada muncul paket lain, pasti harus pilih satu orang. Paket CRISTOM adalah paket jadi. Jika harus memilih satu dari tiga, saya ada di dalamnya. Jika harus pilih satu dari dua, saya salah satunya. Dana harus pilih satu, maka itulah saya,” tandas Thomas.

Pada kesempatan itu Thomas mengingatkan agar jangan saling menjelekkan satu sama lain, dengan mengatakan, paket yang satu baik dan lainnya jelek. Dalam bekerja pun, jangan menyinggung pejabat lama, karena sudah memiliki program kerja yang bagus melalui Tanam Paksa, Paksa Tanam.Program CRISTOM pun sama yang dikemas dalam Program Tiga Batu Tungku. Dimana batu pertama adalah tanam paksa, paksa tanam. Ketua kedua adalah sejahtera, dan batu ketiga adalah harus mandiri.

“Kalau bapak- ibu mau sejahtera, pilih pemimpin yang berintegritas dan punya konsep yang jelas,” kata Thom.

Ia menambahkan, program kerja yang telah dijalankan pejabat lama sudah baik. Kondisi pembangunan yang ada saat ini, karena harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi daerah. Jika regulasi memungkinkan, daerah harus berani hutang untuuk membangun daerah. Selanjutnya, bupati dan wakil mencari dana untuk mencicilnya. Seorang pemimpin harus mencari uang untuk membangun Kabupaten Kupang, bukan berpikir untuk menghabiskan uang.

“Bila paket CRISTOM dipercayakan rakyat untuk memimpin Kupang lima tahun ke depan, hari pertama saya akan minta izin kepada bupati untuk berkantor di desa- desa bersama SKPD. Saya mau lihat seperti apa data dan kondisi riil masyarakat desa dan dilaporkan ke bupati guna diambil langkah lanjut,” papar Thom.(SP/LR/Av)

Exit mobile version