Site icon savanaparadise.com

Cerita Neneng, Penjual Kue dan Baju di Pasar Rebo Kini Bisa Menopang Perekonomian Keluarga Berkat Holding Ultra Mikro BRI

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Tak ada usaha yang bisa berjalan mulus tanpa adanya hambatan&period; Inilah yang juga dialami oleh Neneng Kurniasih&period; Penjual kue dan baju di daerah Rindam&comma; Pasar Rebo&comma; Jakarta Timur ini sempat limbung usahanya akibat pandemi Covid-19 yang sempat melanda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mulanya&comma; Neneng mengawali usahanya dengan berjualan kue kering&period; Seiring dengan terkumpulnya keuntungan&comma; ia kemudian memutar modalnya dengan menambah produk usaha&comma; yaitu berjualan baju secara kredit&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Awalnya saya memulai usaha berjualan kue kering pada 2012&period; Kue tersebut saya jual dengan sistem pre-order&period; Dari usaha jualan kue kering itu&comma; terkumpul modal usaha baru&comma; kemudian saya manfaatkan untuk berjualan baju secara kredit ke orang-orang&period; Namun&comma; usaha saya sempat anjlok akibat pandemi Covid-19&comma;” ungkap Neneng mengawali ceritanya&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Setelah tak berjualan lama karena pandemi Covid-19 dan minimnya modal untuk memulai usaha lagi&comma; Neneng kemudian dikenalkan dengan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera &lpar;Mekaar&rpar; dari PT PNM oleh salah satu temannya&period; Layanan ini merupakan pinjaman modal untuk perempuan prasejahtera pelaku UMKM yang diluncurkan sejak 2015&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya kemudian mencoba pinjam modal ke PNM Mekaar sekitar tahun 2021-2022&period; Saya dapat pinjaman sekitar Rp6 juta&period; Modal tersebut saya manfaatkan untuk menjalankan usaha jualan baju&comma; karena pikir saya saat itu makanan sudah banyak pesaingnya&period; Namun&comma; setelah usaha jualan baju itu membuahkan keuntungan&comma; saya akhirnya juga memanfaatkan pinjaman tersebut sebagai modal untuk berjualan kue kering lagi&comma;” imbuh Neneng&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lewat produk usaha bernama &OpenCurlyQuote;Nastar Jadoel Emak Nye Ociit’&comma; Neneng mengaku banyak menerima pesanan kue kering&period; Kukis yang dijual bermacam-macam&period; Nastar dalam kemasan toples 500 gram dijual seharga Rp60 ribu&comma; sagu keju Rp55 ribu&comma; putih salju Rp60 ribu&comma; kemudian ada biji ketapang Rp40 ribu dalam kemasan 600 gram&period; Neneng juga menjual peyek kemasan toples 5 liter seharga Rp40 ribu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menariknya&comma; Neneng juga menerima pesanan dimsum&period; Biasanya&comma; yang pesan adalah mahasiswa dari kampus sekitar tempat usahanya di Jakarta Timur&period; Semua makanan biasanya dipesan lebih dulu oleh pembeli lewat WhatsApp&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara untuk baju&comma; Neneng juga mengaku dagangannya cepat laku&period; Ia biasanya mengambil pakaian dari pasar atau toko yang lebih besar&comma; kemudian memasarkannya ke orang-orang dengan sistem kredit tempo sebulan saja&period; Apalagi Neneng juga mengungkapkan jika ia tak mengambil keuntungan yang terlalu besar dari jualan baju ini&comma; sehingga banyak orang yang tertarik beli baju ke dia&period; Berkat pinjaman modal dari PNM Mekaar&comma; omzet usaha Neneng pun kini meningkat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Setelah bergabung dengan PNM Mekaar&comma; saya tak hanya mendapatkan pinjaman modal usaha&comma; tetapi jadi kenal dengan anggota PNM Mekaar lainnya&period; Lewat kelompok atau komunitas seperti ini&comma; saya jadi bisa memperluas pemasaran dan membuat pembeli saya jadi bertambah&period; Bahkan&comma; banyak juga ibu-ibu anggota PNM Mekaar yang ikut memesan kue kering hingga baju ke saya&period; Dengan pendapatan yang semakin meningkat&comma; kini saya bisa meraih omzet usaha di atas Rp5 juta per bulannya&comma;” tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Neneng pun merasa bersyukur&comma; karena berkat modal pinjaman dari PNM Mekaar ia bisa kembali menjalankan usaha dengan lebih baik&period; Hal itu bahkan diakui Neneng sangat berdampak pada perekonomian keluarganya&period; Salah satunya&comma; ia bisa menyekolahkan anaknya tanpa kendala biaya sama sekali&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan terpisah&comma; Direktur Bisnis Mikro BRI&comma; mengungkapkan&comma; komitmen BRI&comma; PNM&comma; dan Pegadaian dalam mengembangkan ekonomi di tingkat grassroot melalui Holding Ultra Mikro &lpar;UMi&rpar; menjadi contoh nyata bahwa transformasi ekonomi sejati dimulai dari bawah&period; Dengan terus memberdayakan pelaku usaha mikro&comma; mereka bukan hanya menjadi agen pertumbuhan ekonomi lokal&comma; tetapi juga turut serta dalam pembangunan ekonomi nasional secara menyeluruh&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejak dibentuk pada September 2021 lalu&comma; total kredit yang disalurkan kepada pelaku usaha mikro dan ultra mikro per Kuartal I-2024 mencapai Rp 622&comma;6 triliun&period; Jumlah tersebut kurang lebih telah menyentuh 47&comma;6&percnt; dari total pembiayaan BRI dengan jumlah nasabah 36&comma;8 juta&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Bahwa untuk pemberdayaan itu ternyata tidak cukup dikasih kredit&period; Yang paling penting itu dua hal ternyata&comma; dikasih kredit dan didampingi&comma; dan yang kedua mereka juga harus diajari menabung&comma;” tegasnya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version