Site icon savanaparadise.com

Butuh Teknologi Pertanian Jawabi Iklim NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2015&sol;06&sol;frans-leburaya&period;jpg" alt&equals;"frans leburaya" width&equals;"500" height&equals;"375" class&equals;"aligncenter size-full wp-image-127038" &sol;> &NewLine; &NewLine;<br &sol;>&NewLine;Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Kementerian Pertanian diminta untuk menyiapkan teknologi pertanian yang bisa menjawabi kondisi ilklim NTT yang mana sumber airnya sangat minim&period; Sehingga dengan keterbatasan sumber air&comma; bisa memproduksi hasil pertanian dalam jumlah maksimal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur Frans Lebu Raya sampaikan ini ketika membuka kegiatan Focus Group Discussion &lpar;FGD&rpar; yang diselenggarakan Kementerian Pertanian di Kupang&comma; Selasa &lpar;2&sol;8&rpar;&period; Kegiatan yang dihadiri para Dandim se- NTT&comma; Dinas Pertanian se- NTT dan instansi terkait lainnya ini mengambil tema &OpenCurlyDoubleQuote;Cari Air dan Panen Air&comma; Distribusi serta Pemanfaatannya untuk Irigasi Pertanian dalam Rangka Mendukung Upaya Khusus &lpar;Upsus&rpar; Swasembada Pangan di Provinsi NTT&period;”<&sol;p>&NewLine;<p>Lebu Raya mengatakan&comma; sejak lama NTT sudah dikenal sebagai daerah kering dan tandus&period; Walau demikian&comma; tidak ada satu pun yang mati kelaparan karena kondisi iklim seperti itu&period; Potensi air yang minim di NTT menjadi persoalan tersendiri di bidang pertanian&period; Karena itu&comma; perlu dibuat terobosan dengan menyiapkan teknologi pertanian untuk menghasilkan benih yang cocok dengan karakteristik NTT&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sehingga dengan air yang terbatas untuk menyirami tanaman pangan&comma; bisa menghasilkan total produksi yang maksimal&comma;” kata Lebu Raya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan itu&comma; ia menyebutkan sejumlah permasalahan yang dihadapi NTT hingga saat ini&comma; yakni semakin sempitnya luas seiring dengan lajunya pertumbuhan penduduk NTT yang sudah mencapai angka 5 juta lebih jiwa&period; Keterbatasan sumber air baku untuk kepentingan irigasi&period; Banyaknya jumlah penyuluh dari berbagai unsur di desa yang belum bersinergi satu dengan lainnya&period; Padahal sasaran kerja para penyuluh adalah padamasyarakat yang sama&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut Lebu Raya sampaikan&comma; untuk mengatasi permasalahan ketersediaan air&comma; pemerintah pusat telah menargetkan untuk membangun tujuh waduk di NTT&period; Diharapkan pada tahun 2019 mendatang&comma; ketujuh waduk itu sudah selesai dibangun&period; Selain itu&comma; perlu juga dibangun embung- embung untuk menampung air di musim penghujan&period; Ini juga sebagai bentuk dari kegiatan panen air sebagaimana tema yang diangkat dalam kegiatan FGD kali ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita dorong agar desa melalui dana alokasi desa &lpar;ADD&rpar; bisa membangun embung berskala kecil&period; Dana yang ada tidak boleh difokuskan hanya pada pembangunan infrastruktur jalan yang bisa saja tidak dilalalui kendaraan&comma;” ungkap Lebu Raya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Ketua Panitia Penyelenggara FGD yang juga Staf Ahli Bidang Infrastruktur Pertanian Kementerian Pertanian&comma; Ani Andayani menguraikan&comma; faktor terpenting dari keberhasilan program upsus swasembada pangan adalah ketersediaan air untuk pertanian&period; Dimana&comma; keberadaan air tersebut tidak mungkin disubstitusi oleh input apapun&period; Air menjadi faktor kunci suksesnya upsus di NTT dalam kaitannya dengan luas tambah tanam sebagai target pencapaian swasembada pangan&period; <&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengatakan&comma; kendala yang dihadapi NTT adalah tidak mendapatkan peluang bulan basah pada Juli sampai September&period; Untuk mengatasi permasalahan ini&comma; perlu dicari sumber air alternatif yang dapat menggantikan kekurangan sumber air permukaan terutama pada pertanian lahan kering&period; Alternatifnya adalah sumber air yang berasal dari air tanah&period; Kemtahaenterian Pertanian melalui staf ahli bidang infrastruktur mencoba meramu suatu mekanisme pemanfaatan sumber air tanah tanah untuk diupayaterapkan di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita coba memetakan sebara dan potensi sumber air di wilayah NTT untuk irigasi melalui sebuah FGD tahap VI yang digelar in&comma;” ujar Ani&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan&comma; kegiatan FGD VI ini dimaksudkan sebagai referensi tim Infrastruktur pertanian untuk membangun pemahaman teknis dan penyusunan strategi persiapan serta perencanaan yang matang dalam pemanfaatan sumber daya air tanah&period; Hal ini dilakukan secara efektif dan efisien dalamr angka mensukseskan pelaksanaan upsus swasembada pangan di Provinsi NTT&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version