Site icon savanaparadise.com

Bupati Rote Ndao kabur Ketika Dicegat Media

Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus Saek ketika diwawancarai Wartawan usai mengikuti pertemuan bersama Sekda NTT.

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong> <&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Bupati Rote Ndao &lpar;Ronda&comma; Paulina Haning Bulu memilih kabur dari puluhan wartawan ketika hendak diwawancarai soal polemik APBD tahun 2020&period; Paulina Haning Bulu saat itu usai mengikuti rapat bersama Sekda NTT&comma; Ben Polo Maing bersama Unsur Pimpinan DPRD Rote Ndao&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Paulina didampingi  asisten III Kabupaten Rote Ndao&comma; Yermi Haning dan Ajudan Bupati Ailon Sinlae setengah berlari menuruni anak tangga dari lantai 2 kantor Gubernur NTT&period; para wartawan berusaha mengikuti dari belakang namun Paulina sudah lebih cepat masuk mobil yang sudah siaga menunggu di drop zone kantor Gubernur NTT&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Wakil Bupati Rote Ndao&comma; Stefanus Saek kepada wartawan mengatakan buntuhnya pembahasan APBD bersama DPRD Rote Ndao karena sejumlah persoalan&period; Namun Ia tidak menjelaskan persoalan tersebut secarah rinci&period; Ia hanya mengatakan hanya lima item anggaran yang didrop oleh DPRD Rote Ndao&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jadi ada kurang lebih lima item anggaran yang didrop oleh DPRD saat pembahasan” kata Stef Saek&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao&comma; Alfred Saudila kepada wartawan mengatakan hasil pertemuan bersama Sekda NTT telah menghasilkan keputusan penetapan APBD Rote Ndao tahun 2020 akan dilakukan melalui Peraturan Kepala Daerah &lpar;Perkada&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Poltisi Nasdem ini mengatakan Perkada merupakan solusi terakhir menyusul kebuntuhan pembahasan APBD antara pemerintah dan DPRD Rote Ndao&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Karena adanya kegagalan pembahasan anggaran oleh Pemerintah dan DPRD maka sudah pasti akan ada Perkada&period; Jadi sikap kita DPRD karna memang ada aturan soal Perkada ya kita akan diskusikan&comma;” kata Alfred Saudila&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Wakil Ketua DPRD Rote Ndao&comma; Paulus Henuk kepada wartawan mengatakan pertemuan bersama Sekda NTT bersama Bupati dan Unsur DPRD Rote Ndao tidak menghasilkan keputusan apa-apa&period; Ia cenderung melihat pertemuan tersebut sebagai upaya pemaksaan kehendak untuk menerbitkan perkada&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menuturkan DPRD hanya dipanggil untuk emndengarkan informasi kalau akan menerbitkan Perkada sesuai  usulan pemkab Rote Ndao&period;  Sebagai pimpinan DPRD Paulus Henuk mengatakan tidak setuju dengan upaya tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Kita hanya dipanggil untuk diberitahukan bahwa akan diterbitkan Perkada sesuai dengan usulan Pemda Rote Ndao kepada Pemerintah Provinsi dengan alasan waktu yang sudah lewat&period; Secara Pribadi dan juga sebagai salah satu Pimpinan DPRD saya sudah menyampaikan tidak setuju terhadap hal itu” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengatakan DPRD Rote Ndao tidak setuju dengan upaya untuk diterbitkannya Perkada&period; Ia menjelaskan Perkada akan sangat merugikan rakyat Rote Ndao dikarenakan berimbas pada pemotongan DAU dan DAK pada tahun anggaran berikutnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dijelaskannya lebih lanut Perkada juga akan berdampak pada Anggota DPRD dan Bupati serta wakil bupati tidak akan menerima gaji selama enam bulan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Selain itu aka ada penundaan transfer dana dari pusat kepada daerah yang akan berimbas pada penyarapan anggaran pada tahun 2020 akan rendah dan tidak akan maksimal&period; Hal ini akan berimas pada kinerja yang buruk dan merugikan rakyat dan daerah Kabupaten Rote Ndao&comma;” jelasnya&period;<strong>&lpar;SP&sol;NTT&rpar;<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version