Site icon savanaparadise.com

BRI Top! UMKM Pulih, Tancap Gas 3 Bulan Cetak Laba Rp.12,22 Triliun

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; – PT&period; Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk&period; mampu membuka kuartal pertama tahun 2022 dengan cemerlang&period; Di tengah kondisi ekonomi yang terus bangkit dan beranjak pulih dari pandemi&comma; dalam tiga bulan pertama tahun 2022&comma; BRI berhasil mencatatkan laba Rp&period;12&comma;22 triliun atau tumbuh 78&comma;13&percnt; secara year on year&period; Sementara untuk aset&comma; pada akhir Maret 2022 tercatat asset BRI Group tumbuh sebesar 8&comma;99 persen yoy menjadi Rp&period;1&period;650&comma;28 triliun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan pencapaian laba BRI tak lepas dari pulihnya perekonomian nasional serta menggeliatnya aktivitas pelaku Usaha Mikro&comma; Kecil dan Menengah &lpar;UMKM&rpar; yang merupakan core business BRI&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kondisi UMKM yang mulai pulih saat ini mendorong penyaluran kredit BRI tumbuh 7&comma;43&percnt; yoy menjadi sebesar Rp&period;1&period;075&comma;93 triliun&period; Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit perbankan nasional di kuartal I 2022 sebesar 6&comma;65&percnt;&comma;” imbuhnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Secara umum&comma; portofolio kredit UMKM BRI tercatat tumbuh sebesar 9&comma;24&percnt; yoy dari Rp&period;826&comma;85 triliun di akhir Maret 2021 menjadi Rp&period;903&comma;29 triliun di akhir Maret 2022&period; Hal ini menjadikan proporsi kredit UMKM dibandingkan total kredit BRI terus merangkak naik&comma; menjadi sebesar 83&comma;95&percnt;&period; Apabila dirinci&comma; Penyaluran kredit kepada seluruh segmen UMKM tercatat tumbuh positif&comma; dengan penopang utama yakni segmen mikro yang tumbuh 13&comma;55&percnt;&comma; segmen konsumer tumbuh 4&comma;56&percnt; dan segmen kecil &amp&semi; menengah tumbuh 3&comma;96&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Sunarso menambahkan&comma; keberhasilan BRI dalam menyalurkan kredit diatas rata rata industri perbankan nasional diiringi dengan manajemen risiko yang baik&period; Hal tersebut tercermin dari rasio NPL BRI secara konsolidasian yang tercatat sebesar 3&comma;09&percnt; pada akhir Maret 2022&period; Angka ini tercatat menurun apabila dibandingkan dengan NPL pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 3&comma;30&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; kualitas kredit yang membaik tersebut juga disebabkan oleh restrukturisasi kredit terdampak covid yang saat ini terus menurun secara gradual&period; Hingga akhir kuartal I 2022 tercatat restrukturisasi kredit terdampak Covid sebesar Rp 144&comma;27 triliun&comma; atau telah turun sebesar Rp&period;103&comma;75 triliun apabila dibandingkan dengan total akumulasi restrukturisasi yang mencapai Rp 248&comma;02 triliun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>BRI juga menyediakan pencadangan yang cukup untuk mengantisipasi risiko kedepan dengan NPL Coverage sebesar 276&comma;0&percnt;&period; Angka ini meningkat dibandingkan dengan NPL Coverage pada akhir Maret 2021 sebesar 231&comma;17&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Alasan BRI menyiapkan pencadangan yang sangat memadai tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko ketidakpastian kondisi perekonomian kedepan&comma; karena adanya perang Rusia – Ukraina&comma; inflasi&comma; serta potensi kenaikan suku bunga yang akan terus dilanjutkan oleh The Fed&comma;” urainya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>BRI juga berhasil mencatatkan kinerja positif dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga &lpar;DPK&rpar;&period; Hingga akhir Kuartal I 2022&comma; DPK BRI Group tercatat tumbuh 7&comma;39&percnt;&period; Dana murah &lpar;CASA&rpar; menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI&comma; dimana secara year on year meningkat sebesar 15&comma;99&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Apabila dirinci&comma; Giro tercatat tumbuh 30&comma;86&percnt; dan Tabungan tumbuh 10&comma;17&percnt;&period; Secara umum&comma; saat ini proporsi CASA BRI tercatat 63&comma;63&percnt;&comma; meningkat dibandingkan dengan CASA pada Kuartal I tahun lalu yakni sebesar 58&comma;91&percnt;&period; Kemampuan BRI untuk meningkatkan proporsi dana murah tersebut berdampak positif bagi bisnis perseroan yang semakin efisien&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sebagai bagian dari Transformasi Struktur Liabilitas&comma; BRI akan terus mendorong peningkatan proporsi CASA untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan&comma; diantaranya melalui transaction based product and services di segmen wholesale serta penguatan fitur dan transaksi keuangan melalui BRImo”&comma; tambah Sunarso&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan juga didukung dengan likuiditas memadai dan permodalan yang kuat&period; Hal ini terlihat dari LDR bank secara konsolidasian yang tercatat sebesar 86&comma;96&percnt;&comma; dengan CAR 24&comma;61&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>BRI pun mampu mencatatkan rasio efisiensi yang terus membaik&comma; dimana BOPO BRI pada akhir Maret 2022 tercatat sebesar 69&comma;34 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan BOPO periode yang sama tahun lalu sebesar 78&comma;41 persen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Menurunnya BOPO ini tak lepas dari semangat efisiensi yang dilakukan oleh BRI&comma; diantaranya melalui keberhasilan transformasi digital&comma; membaiknya rasio kredit bermasalah&comma; serta semakin meningkatnya proporsi CASA atau dana murah pada tubuh perseroan”&comma; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dengan kinerja BRI yang positif dan fundamental perseroan yang semakin sehat&comma; serta strategic response yang tepat diiringi dengan manajemen risiko yang baik dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian global&comma; BRI optimistis kinerja di tahun ini akan dapat melampaui kinerja sebelum masa pandemi&comma; serta dapat menjaga sustainability kinerja ke depan&comma;” pungkas Sunarso&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version