Site icon savanaparadise.com

BRI Perkuat Penyaluran KUR, 60 Persen Dialokasikan untuk Sektor Produktif

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; – BRI sebagai BUMN terus mempertegas komitmennya dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah &lpar;UMKM&rpar; melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bank yang mendapat alokasi KUR terbesar dari pemerintah ini akan fokus membidik penyaluran di sektor produktif&comma; sejalan dengan upaya Pemulihan Ekonomi Nasional &lpar;PEN&rpar;&period; Penyaluran KUR yang didominasi sektor mikro ini juga menjadi wujud nyata BRI untuk meningkatkan inklusi keuangan&comma; salah satu isu prioritas yang diangkat dalam presidensi G20 2022 di Bali&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan kapabilitas perseroan dalam memberdayakan UMKM dipercaya bisa berimplikasi positif terhadap pemulihan ekonomi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>BRI sendiri mendapatkan alokasi dana KUR sebesar Rp260 triliun atau setara 70&percnt; dari total dana KUR yang sebesar Rp373&comma;17 triliun&period; Sebanyak 60&percnt; dana KUR&comma; kata Supari&comma; bakal dikucurkan di sektor produktif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>BRI sebagai bank dengan portofolio UMKM terbesar ini optimististis akan dapat mencapai target KUR 2022 hingga akhir tahun&period;  Melihat ke belakang&comma; penyaluran KUR untuk sektor produktif di BRI telah menembus 59&percnt; pada tahun 2022&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Maka kami akan dorong menjadi 60&percnt; pada 2022 ini&period; Mudah-mudahan kami semakin concern dengan sektor produktif sehingga bisnis nasabah dipastikan dapat tumbuh dengan sustainable&comma;” ujarnya menegaskan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perseroan pun telah menggodok strategi untuk mengoptimalisasi kucuran di sektor unggulan serta memiliki multiplier effect kuat dari aktivitas usahanya&period; Pertama&comma; pelaku usaha sektor perdagangan dengan value chain yang panjang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kedua&comma; membidik sektor bisnis yang tahan banting terhadap pandemi COVID-19 seperti sektor pangan&period; Ketiga&comma; melirik sektor manufaktur karena dianggap terus mengalami perbaikan&period; Tidak ketinggalan&comma; sektor produksi juga dibidik BRI untuk menggenjot penyaluran KUR&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Optimalisasi penyaluran KUR juga terus dilakukan BRI dari aspek pemerataan&period; Menurut data BRI&comma; terjadi kenaikan rata-rata rumah tangga penerima KUR&period; Pada 2019&comma; rata-rata penerima KUR adalah 6 penerima dari 100 rumah tangga&period;  Angka itu meningkat menjadi 8 penerima KUR dari 100 rumah tangga pada 2020&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Pada 2021 menjadi 11 dan tahun 2020 ini kami upayakan dari 100 rumah tangga 13 akan menerima KUR&period; Mudah-mudahan dengan jangkauan seperti ini apa yang diharapkan pemerintah untuk membangun pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang semakin tangguh dan kuat akan terjadi sehingga nanti mereka akan naik kelas&comma;” papar Supari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Jangkauan BRI yang luas dalam penyaluran KUR ini dipercaya mendorong pencapaian target rasio kredit nasional 30&percnt; dan tingkat inklusi keuangan 90&percnt; pada 2024 yang ditetapkan pemerintah&period; Di samping itu&comma; Supari mengapresiasi langkah Pemerintah yang memperpanjang subsidi bunga pinjaman KUR 3&percnt; hingga Desember 2022&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Stimulus itu akan mendukung upaya pemulihan UMKM yang kondisinya belum pulih 100&percnt;&period; Temuan itu dimuat dalam hasil riset Indeks Bisnis UMKM yang dilakukan BRI&period; Dalam riset yang sama&comma; omzet penjualan diperkirakan baru mencapai 50&percnt; dari kondisi normal sebelum pandemi Covid-19 melanda&period; Oleh karena itu pelaku UMKM memerlukan kemudahan untuk bisa mengakses pembiayaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dengan suku bunga yang terjangkau&period; Konkretnya KUR dapat digunakan untuk mengganti modal kerja yang selama masa pandemi digunakan untuk keperluan hidup&comma;” kata Supari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; kebijakan subsidi KUR juga menopang pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang baru merintis&period; Pasalnya&comma; kucuran modal dari perbankan dapat menjadi suntikan bagi karyawan yang ingin beralih menjadi pelaku usaha&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Porsi Kredit Mikro BRI Tumbuh Kuat<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Sejalan dengan pemulihan UMKM&comma; Supari menyebut kondisi itu turut mendorong pertumbuhan bisnis kredit mikro BRI&period; Pada tahun lalu&comma; segmen tersebut mampu tumbuh kuat sebesar 13&percnt; year on year &lpar;yoy&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Maka dari itu&comma; porsi kredit mikro pun diproyeksikan akan semakin mendominasi di BRI&period; Dengan pertumbuhan yang tinggi itu&comma; mengubah komposisi kredit mikro terhadap total portofolio kredit BRI&comma; dari 40&percnt; sebelum masa pandemi menjadi 42&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Maka semakin nyata kontribusi BRI kepada masyarakat level mikro dan ultra mikro untuk semakin menjangkau mereka dalam hal pembiayaan&period; Dan dalam corporate planning BRI pada 2025 nanti porsi kredit mikro akan menjadi 45&percnt;&comma;” urai Supari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Segmen mikro dan ultra mikro memiliki pertumbuhan yang cepat dan lebih tangguh menghadapi pandemi&period; Ini bisa dilihat juga dari penambahan jumlah nasabah&period; Pada kurun waktu 5 tahun sebelum pandemi&comma; rata-rata penambahan nasabah penjaman setiap tahun berada di kisaran 400&period;000-600&period;000 nasabah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Memasuki masa pandemi pada 2020 penambahan nasabah mencapai 1&comma;2 juta&period; Adapun tahun lalu bertambah 1&comma;4 juta nasabah&period; Disbursement kredit mikro harian-pun meningkat dengan rata-rata Rp1&comma;7 triliun per hari&period; Peningkatan tersebut menurutnya tak lepas dari kebijakan pemerintah yang tepat dalam penanggulangan pandemi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Oleh karena itu pada 2022&comma; BRI khususnya bisnis mikro akan tumbuh double digit&period; Kemudian dari riset terakhir terkait dengan optimisme UMKM di dalam Index Bisnis UMKM semua optimistis&period; Dengan optimisme pemerintah dalam pengendalian Covid ini maka demand kredit pada 2022 akan semakin meningkat&comma;” pungkasnya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version