Site icon savanaparadise.com

BRI Bagikan Strategi Pengelolaan Keuangan dan Investasi Bagi Generasi Muda

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; — Tren gaya hidup kekinian yang semakin berkembang membuat banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat&period; Setiap generasi memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda yang memunculkan tren keuangan baru terutama di kalangan anak muda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di tengah pesatnya perkembangan ini&comma; muncul juga tantangan yang harus dihadapi anak muda dalam mengelola keuangan&period; Salah satunya adalah pinjaman online atau pinjol&period; Menanggapi fenomena ini&comma; BRI menghadirkan berbagai strategi untuk memberikan solusi keuangan yang berpihak pada nasabah sekaligus membantu mereka dalam mengelola keuangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengungkapkan saat ini banyak anak muda yang terjebak dalam tren Latte Factor&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pengeluaran kecil yang terlihat sepele seperti kopi&comma; langganan streaming&comma; atau makanan kekinian&period; Meski terlihat sepele&comma; jika dijumlahkan nilainya bisa bikin dompet jebol&comma;” ungkapnya&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Kurangnya literasi keuangan membuat anak muda banyak yang terjebak dengan pemborosan&period; Hal ini pun mempengaruhi kondisi keuangan secara keseluruhan&period; Meskipun memiliki gaji yang cukup&comma; namun masih banyak dari mereka yang tidak memiliki tabungan&comma; dana darurat&comma; bahkan investasi&period; Di sinilah pentingnya untuk mulai melakukan perencanaan keuangan sedini mungkin&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Handayani memberikan contoh bahwa perencanaan keuangan bisa dimulai dari hal yang sederhana&comma; yaitu membedakan kebutuhan dan keinginan&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kebutuhan adalah hal-hal mendasar yang penting untuk kelangsungan hidup&period; Jika tidak ada&comma; tidak bisa menjalani kehidupan sehari-hari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Contohnya rumah&comma; pakaian&comma; makanan dan minuman&comma; biaya kesehatan dan lain-lain&period; Sementara itu&comma; keinginan adalah hal-hal yang masih bisa diganti dengan barang lainnya&period; Jika tidak ada&comma; tidak mempengaruhi kehidupan sehari-hari&period; Misalnya saja barang branded&comma; gadget keluaran terbaru&comma; dan sebagainya&comma;” lanjutnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Fenomena lain dalam tren keuangan di era modern ini adalah maraknya pinjaman online atau pinjol&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Saat ini cukup banyak generasi muda yang terjerat pinjol&period; Berdasarkan data OJK karyawan dan pelajar merupakan profesi yang banyak terjerat pinjol &lpar;12&percnt;&rpar;&comma; di mana didominasi oleh generasi muda&period;” jelas Handayani&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat khususnya anak muda terjebak pinjol&comma; salah satunya karena kemudahan akses teknologi dan internet&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Pinjaman online biasanya menawarkan skema pengajuan yang praktis&comma; syarat mudah&comma; dan approval instan sehingga lebih banyak diminati&period; Selain itu&comma; kondisi finansial yang tidak stabil membuat mereka tidak siap dengan adanya kebutuhan mendesak&period; Belum lagi gaya hidup konsumtif yang membuat pengaturan keuangan tidak berjalan sebagaimana mestinya&period; Akses informasi terkait pinjaman formal dan edukasi keuangan yang kurang membuat mereka dengan mudah tergiur untuk mengajukan pinjol&comma;” jelas Handayani&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Peluang dan Tantangan bagi Industri Perbankan<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Kehadiran pinjaman online pada akhirnya dapat mengubah lanskap industri perbankan di tanah air&period; Namun&comma; hal ini juga menjadi peluang untuk mempercepat transformasi digital di perbankan&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Bank harus semakin gesit dalam mengembangkan produk digital untuk menyaingi platform pinjaman online yang menawarkan kemudahan akses dan kecepatan layanan&period; Hal ini mendorong bank untuk terus berinovasi dalam layanan fintech&comma; seperti mobile banking atau pinjaman digital berbasis aplikasi&comma;” tambah Handayani&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tantangan maraknya pinjaman online ini juga yang ingin dijawab oleh BRI lewat berbagai strategi mereka yang berpihak pada masyarakat&period; BRI telah meluncurkan BRIGuna Digital melalui platform BRImo sebagai bagian dari strategi untuk menarik kembali nasabah yang mungkin beralih ke pinjol&period;<&sol;p>&NewLine;<p>BRImo merupakan super apps BRI yang memiliki lebih dari 100 fitur untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan perbankannya&period; Nasabah tak hanya bisa menabung&comma; tapi juga terintegrasi dengan ekosistem digital seperti belanja online&comma; transportasi&comma; dan hiburan sehingga menarik lebih banyak pengguna muda yang ingin solusi perbankan sekaligus gaya hidup hanya dalam satu aplikasi saja&period;<&sol;p>&NewLine;<p>BRImo juga menghadirkan fasilitas kredit konsumtif dan produktif dengan sumber pembayaran dari penghasilan tetap atau fixed income&period; Lewat fitur ini&comma; pengguna bisa mendapatkan akses pinjaman yang mudah sekaligus melakukan pengelolaan dengan bijak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pengajuan pinjaman di BRImo bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja &lpar;24&sol;7&rpar;&comma; prosesnya dilakukan secara digital dengan cepat hanya sekitar 15 menit saja&comma; bunga yang ditawarkan pun kompetitif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tak berhenti sampai di situ&comma; BRI juga terus menghadirkan program edukasi bagi masyarakat untuk mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Tentu saja&comma; BRI senantiasa memberikan literasi keuangan ke beragam segmen khususnya nasabah BRI mulai dari anak muda yang masih sekolah sampai dengan nasabah yang sudah pensiun&period; BRI juga rutin berkeliling universitas dalam rangka meningkatkan pemahaman anak muda dalam cara mengelola keuangan khususnya dalam memilih instrumen investasi dan menghindari pinjaman online&comma;” pungkas Handayani&period;&lpar;SP&rpar;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version