Site icon savanaparadise.com

BPSDM NTT Selenggarakan Pelatihan Kepariwisataan Berbasis Masyarakat di Pulau Semau

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Oelamasi&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia &lpar;BPSDM&rpar; Provinsi NTT menyelenggarakan Pelatihan Kepariwisataan Berbasis Masyarakat di Pulau Semau&comma; Kabupaten Kupang&period; Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 10-14 September ini diikuti oleh perwakilan 10 Kabupaten dan Kota di NTT&period;<br &sol;>&NewLine;BPSDM NTT juga menggandeng Pemerintah Desa Otan dan dukungan warga serta tim penggerak PKK Desa Otan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua Panitia Pelatihan Kepariwisataan Berbasis Masyarakat&comma; Flavianus Du&comma;a mengatakan Kepariwisataan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang dilakukan secara sistematis&comma; terencana&comma; terpadu&comma; berkelanjutan&comma; dan bertanggung jawab dengan tetap memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai agama&comma; budaya yang hidup dalam masyarakat&comma; kelestarian dan mutu lingkungan hidup&comma; serta kepentingan nasional&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Dengan adanya pembangunan kepariwisataan akan mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal&comma; nasional&comma; dan global&comma;&&num;8221&semi; kata Flafianus dalam sambutannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia menjelaskan kegiatan pelatihan Kepariwisataan berbasis masyarakat sejalan dengan tekad pemerintah Provinsi NTT untuk membangun NTT sebagai salah satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional &lpar;Ring of Beauty&rpar;&period; Sejalan dengan hal itu kata dia Pariwisata menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat menuju NTT Bangkit NTT Sejahtera&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan Kawasan Wisata Lokasi Percepatan Pengembangan Pariwisata Estate di Provinsi NTT pada 22 kabupaten Kota&period; Pengembangan Estate Pariwisata tersebut akan semakin efektif dengan melibatkan peran aktif masyarakat di destinasi pariwisata&period; Untuk itu&comma; penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia dan kelembagaan Pariwisata khususnya Kepariwisataan Berbasis Masyarakat menjadi salah satu faktor kunci sebagai motor penggerak pariwisata di NTT&comma;&&num;8221&semi; Jelas Flavianus yang juga sebagai Kabid Kompetensi Teknis dan Fungsional Pada BSPDM NTT ini<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakannya lebih lanjut BPSMD NTT menyelenggarakan Pelatihan Kepariwisataan Berbasis Masyarakat &lpar;Community based tourism&rpar; sebagai upaya memperkuat aspek kelembagaan dan kapasitas SDM pelaku pariwisata berbasis masyarakat di NTT&period; Ua mengatakan hal itu supaya masyarakat pengelolah semakin memiliki kemampuan mengelola potensi sumber daya pariwisata yang tersedia sambil memastikan keterlibatan komunitas lokal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengatakan Pelatihan Kepariwisataan Berbasis Masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha&sol; masyarakat&sol; Bumdes&sol; aparat pemerintah desa dalam mengelola destinasi wisata&period; Selain itu juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran dan tugas mereka dalam mendukung usaha pariwisata&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Mendukung tekad pemerintah Provinsi NTT untuk menjadikan Sektor Pariwisata sebagai Prime Mover perekonomian Provinsi NTT&period; Hasil yang ingin dicapai setelah mengikuti pelatihan ini adalah Peserta Pelatihan memperoleh kompetensi untuk membentuk usaha&comma; guna mendukung pariwisata di destinasi wisata yang terdapat di masing-masing daerah&comma;&&num;8221&semi; kata dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Masyarakat semakin sadar akan peran mereka dalam mendukung usaha pariwisata di setiap Kawasan pariwisata Estate di NTT&period; Terbentuknya kelompok sadar dan penggerak pariwisata di desa-desa Kawasan pariwisata Estate di NTT serta adanya evaluasi pasca pelatihan serta Rencana Tindak Lanjut yang akan dijadikan sebagai salah satu masukan untuk menyusun kegiatan monitoring pasca pelatihan&comma;&&num;8221&semi; kata dia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia merincikan Peserta pelatihan berjumlah 30 orang yang berasal dari destinasi-destinasi wisata di Provinsi NTT yang terdiri dari pelaku usaha pariwisata&comma; kelompok usaha&comma; Bumdes dan komunitas yang bergerak di usaha pariwisata&comma; masyarakat desa dan perangkat pemerintah desa di destinasi wisata&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Kota Kupang sebanyak 1 orang&comma; Kabupaten Kupang sebanyak 16 orang&comma; Kabupaten Timor Tengah Selatan sebanyak 1 orang&comma; Kabupaten Timor Tengah Utara sebanyak 2 orang&comma; Kabupaten Belu sebanyak 1 orang&comma; Kabupaten Rote Ndao sebanyak 1 orang&comma; Kabupaten Alor sebanyak 2 orang&comma; Kabupaten Flores Timur sebanyak 2 orang&comma; Kabupaten Ngada sebanyak 2 orang&comma; Kabupaten Lembata sebanyak 2 orang&comma;&&num;8221&semi; kata Flafianus&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengatakan pihaknya mengadirkan narasumber pada kegiatan Pelatihan Kepariwisataan Berbasis Masyarakat yaitu Jogja Tourism Training Center yaitu Lembaga pengembangan SDM di bidang pariwisata dari Yogyakarta&comma; Pelaku&sol;penggerak pariwisata di Provinsi NTT yang berasal dari Desa Waturaka&comma; Kepala Desa Detusoko Barat yang juga pelaku pelaku&sol;penggerak pariwisata serta Kepala Desa&comma; Tokoh Adat&comma; Tokoh Masyarakat serta pengelola Pariwisata di Desa Otan dan Desa Liman-Kecamatan Semau &&num;8211&semi; Kabupaten Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sekretaris Daerah Provinsi NTT&comma; Beny Polo Maing ketika membuka Pelatihan Kepariwisataan Berbasis Masyarakat mengatakan karakteristik pembangunan sektor pariwisata&comma; di antaranya mudah menciptakan lapangan pekerjaan&comma; dapat dengan mudah tumbuh dan berpeluang untuk mengentaskan kemiskinan serta Memiliki karakteristik demikian maka prinsip pembangunannya menganut prinsip ekonomi inklusif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Artinya&comma; pengembangan pariwisata melibatkan sebanyak mungkin pihak&comma; memegang prinsip pemberdayaan dan membangun jejaring maka model pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat harus pula menganut prinsip ini&period; Karena itu&comma; pembentukan dan penguatan kelembagaan merupakan titik awal yang penting dalam pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat&comma;&&num;8221&semi; kata Sekda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengatakan pelatihan ini merupakan awal dari sebuah upaya mengembangkan kepariwisataan berbasis masyarakat&period; masyarakat akan difasilitasi untuk menemu-kenali tantangan&comma; peluang dan potensi-potensi yang dapat dikembangkan&period; Pantai Liman&comma; Pantai Otan dan daerah sekitarnya merupakan potensi pariwisata yang akan terus bertumbuh sampai di tingkat nasional bahkan internasional&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Pada kesempatan yang berharga ini&comma; saya berpesan melalui pembentukan dan penguatan kelembagaan&comma; bangunlah kerjasama&comma; buatlah pengaturan-pengaturan untuk dipatuhi agar terjadi sebuah tertib sosial baru yang berorientasi pada pembangunan pariwisata&period; Optimalkan keuntungan ekonomi&comma; jaga&comma; rawat dan lindungi lingkungan alam&comma; dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi&comma; sosial budaya masyarakat&period; Pada saat yang sama&comma; suguhkan pelayanan dan memberikan pengalaman yang berkualitas bagi pengunjung &lpar;wisatawan&rpar; agar memutuskan untuk berkunjung lagi ke tempat ini&comma;&&num;8221&semi; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengatakan Pemprov NTT telah menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama &lpar;prime mover&rpar; perekonomian Nusa Tenggara Timur&period; Sebagai penggerak utama&comma; diperlukan spirit dan komitmen bersama agar kelak benar-benar menjadi penggarak utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat&period; Kita yakin memiliki potensi yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur dapat dikembangkan menjadi destinasi-destinasi pariwisata yang indah&comma; kita mampu membangun dan mendorong kebangkitan ekonomi menuju kesejahtaraan bersama&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam rangka itu kata dia pengembangan kepariwisataan berbasis masyarakat merupakan salah satu langkah yang dinilai strategis&period; Masyarakat yang memiliki potensi keindahan alam yang unik&comma; sosial budaya yang spesifik dan beragam perlu didorong untuk bertumbuh menjadi destinasi-destinasi pariwisata sehingga kelak menjadi sumber pendapatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Oleh karena itu&comma; masyarakat harus difasilitasi menjadi pelaku utama dalam pengelolaan berbagai sumber daya dimaksud&period; Kata kunci untuk menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama adalah pengambilan keputusan yang menyangkut hajat hidup masyaralat berada di tangan masyarakat melalui sebuah proses pemberdayaan&comma;&&num;8221&semi; jelas Beny&period;&lpar;SP&rpar;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version