Site icon savanaparadise.com

Bilang Aja Gak! Ajakan BRI Perangi Modus Kejahatan Perbankan Social Engineering

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Kejahatan berbasis digital masih meresahkan masyarakat seiring semakin berkembangnya teknologi&period; Karena itu diperlukan kewaspadaan dan antisipasi ketika menerima informasi yang tak jelas sumbernya&period; Termasuk pada kejahatan perbankan yang biasa disebut social engineering atau soceng&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Soceng sendiri merupakan tindak kejahatan yang memanipulasi psikologis korban sehingga membocorkan data pribadi dan data transaksi perbankan korban&period; Media yang digunakan pelaku untuk mendekati korban pun beragam&comma; mulai dari telepon&comma; SMS&comma; e-mail&comma; media sosial&comma; dan lainnya&period;<br &sol;>&NewLine;Terkait dengan banyaknya modus penipuan tersebut&comma; PT Bank Rakyat Indonesia &lpar;Persero&rpar; Tbk atau BRI memberikan edukasi dan langkah praktis menghindari diri terjebak dari soceng&period; Salah satunya dengan campaign &num;BilangAjaGaK untuk menolak mentah-mentah segala modus penipuan di platform digital&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Beragam modus penipuan dengan modus soceng dapat ditemui di era saat ini&comma; salah satu yang paling marak adalah pelaku dengan menggunakan nomor tak dikenal membagikan link atau file apk melalui aplikasi chat seperti whatsapp dan SMS&period; Dengan mengatasnamankan bank ternama dan menjanjikan penawaran menggiurkan&comma; nasabah secara tidak langsung dipengaruhi untuk meng-klik link terkait&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Tak hanya itu&comma; terdapat modus-modus lainnya yang perlu diwaspadai masyarakat untuk menolaknya sejak awal&period; Adapun berbagai modus tersebut diantaranya adalah sbb&colon;<&sol;p>&NewLine;<p>1&period;<strong>Undangan Pernikahan Palsu Berbentuk File APK<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Modus penipuan ini terjadi melalui permintaan untuk mengklik sebuah file undangan pernikahan berformat APK di WhatsApp &lpar;WA&rpar;&period; Melalui aplikasi yang tidek resmi atau bodong tersebut&comma; membuat korban dengan sadar memberikan persetujuan untuk mengizinkan aplikasi tersebut mengakses SMS&period; Kejahatan pun terjadi karena data transaksi perbankan &lpar;kode OTP&rpar; yang bersifat pribadi dan rahasia dikirimkan melalui sms&period; Alhasil&comma; transaksi di internet banking dapat berjalan dengan sukses&period;<&sol;p>&NewLine;<p>2&period; <strong>Iklan Palsu di Media Sosial<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Modus ini berupa akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan BRI&period; Akun tersebut membagikan iklan dengan ciri-ciri seperti&comma; nama akun tidak lazim dan tidak centang biru&semi; tampilan visual tidak kredibel mulai dari kualitas gambar yang buruk&comma; penulisan tidak profesional&comma; serta link bio mencurigakan&semi; dan jika meng-klik link tercantum akan diarahkan untuk mendaftar dan mengisi nomor kartu&comma; PIN&comma; dan OTP&period;<br &sol;>&NewLine;Link Modus Perubahan Tarif<br &sol;>&NewLine;Layaknya modus file APK&comma; penipuan jenis ini juga menggunakan platform WhatsApp &lpar;WA&rpar;&period; Bedanya&comma; file yang dikirimkan berupa pengumuman&sol;pemberitahuan agar nasabah melakukan perubahan tarif&period; Biasanya&comma; dalam pengumuman tersebut berisi ancaman yang membuat takut nasabah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>3&period; <strong>File foto Berbentuk Apk Bodong <&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>File bodong serupa layaknya modus undangan pernikahan&comma; namun kali<&sol;p>&NewLine;<p>berbentuk image atau gambar yang berupa file apk&period; Biasanya pelaku mengaku sebagai kurir pengantar paket dan seakan-akan mengabari kondisi paket dapat terlihat setelah meng-klik foto tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait adanya beragam modus kejahatan perbankan tersebut&comma; Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa BRI tidak pernah menggunakan nomor lain untuk berkomunikasi dengan nasabahnya kecuali melalui Contact BRI resmi di nomor 1500017&period; Pihaknya mengimbau nasabah untuk tidak mudah percaya dengan nomor tidak jelas yang mengatasnamakan BRI&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;BRI tidak pernah membuka channel di aplikasi chat group&period; Kami pun mengimbau seluruh nasabah selalu waspada terhadap modus tindak kejahatan social engineering&period; Nasabah juga terus diimbau untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dan data transaksi perbankan kepada pihak manapun&comma; termasuk yang mengatasnamakan BRI&comma;” jelas Hendy&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di samping itu&comma; Hendy mengungkapkan bahwa BRI secara aktif berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dalam menyampaikan laporan agar pelaku kejahatan perbankan dapat ditindak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;BRI juga mendukung dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penanganan serta penangkapan pelaku kejahatan social engineering&period; Langkah proaktif BRI dalam mendukung pengungkapan kejahatan social engineering yang dilakukan ini diharapkan dapat meredam kejahatan-kejahatan serupa muncul kembali”&comma; pungkas Hendy&period;&lpar;SP&rpar;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version