Site icon savanaparadise.com

Bertumpu Permintaan Domestik, Tak Perlu Khawatir Resesi Ekonomi Global

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta &comma; Savanaparadise&period;com&comma; – Berakhirnya masa pandemi Covid-19 tak selamanya membuat tatanan dunia normal&period; Timbul masalah baru yang tak terduga di sisi perekonomian dunia seperti disrupsi rantai pasok&comma; gangguan suplai&comma; gangguan distribusi barang dan jasa&period; Akibatnya inflasi di sejumlah negara besar merangkak naik signifikan&comma; cenderung tidak terkendali dan liar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Sebagai contoh di Amerika Serikat &lpar;AS&rpar; dan Eropa&period; Tren inflasi naik terus menerus dan bersifat permanen seiring maraknya konflik dunia&period; Alhasil gangguan suplai dan produksi semakin luas&comma; krisis energi dan pangan semakin nyata hingga menyebabkan kenaikan inflasi semakin tidak tertahankan&period; Dalam empat puluh tahun terakhir&comma; inflasi AS dan Eropa memecahkan rekor tertinggi&comma; masing-masing sekitar 9&percnt; yoy &lpar;Juni 2022&rpar; dan 10&percnt; yoy &lpar;Oktober 2022&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Chief Economist BRI sekaligus Direktur Utama BRI Research Institute Anton Hendranata menjelaskan&comma; inflasi super tinggi dan tak terkendali telah direspons dengan kenaikan suku bunga acuan secara agresif dan signifikan oleh sebagian bank sentral di dunia&comma; yang dipelopori oleh AS&comma; diikuti Eropa&comma; dan sebagian besar negara-negara berkembang&period; Konsekuensinya perekonomian global berada dalam risiko yang besar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Antibiotik suku bunga dengan dosis tinggi selama lebih dari dua tahun&comma; memang berhasil mematahkan tren kenaikan inflasi&comma; inflasi mulai turun terbatas&period; Namun&comma; efek buruknya lebih mengkhawatirkan yaitu perekonomian global diambang resesi&period; Suku bunga tinggi&comma; sangat membebani perekonomian dunia dan dunia usaha&comma; serta menurunkan daya beli masyarakat secara signifikan&period; Beban bunga pinjaman tinggi menohok sektor riil&comma; sektor perbankan&comma; dan debitur&comma; termasuk individual masyarakat yang sangat bergantung pada kartu kredit”&comma; ucap Anton&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Contoh nyata dari masalah tersebut telah terbukti lewat jatuhnya tiga bank AS yakni Silicon Valley Bank &lpar;SVB&rpar;&comma; Signature Bank&comma; dan First Republic Bank&period; Hal itu diakibatkan dari kenaikan signifikan suku bunga acuan Bank Sentral AS dari 0&comma;25&percnt; menjadi 5&percnt;&period; Selain itu&comma; tingginya suku bunga acuan AS mengakibatkan peningkatan suku bunga kredit perumahan&comma; yang kemudian menyebabkan tingkat pengajuan kredit perumahan rakyat &lpar;KPR&rpar; turun signifikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Penurunan kinerja sektor properti AS ini harus disikapi dengan hati-hati&comma; karena pertumbuhan private residential fixed investment turun secara signifikan&comma; mendekati kondisi seperti krisis finansial global tahun 2009&comma;” lanjutnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Akibat lain yakni kurva imbal hasil &lpar;yield&rpar; obligasi AS &lpar;US Treasury&rpar; kini telah mengalami inverted&comma; di mana yield obligasi AS tenor 2 tahun lebih tinggi dari tenor 10 tahun&period; Belum lagi&comma; berdasarkan penghitungan model Ekonometrika yang dibangun melalui metode Markov Switching Dynamic Model pada Juli 2022 menunjukkan bahwa probabilitas AS mengalami resesi ekonomi tahun 2023 sebesar 80&percnt;&period; Angka probabilitas itu naik signifikan sembilan bulan kemudian &lpar;April 2023&rpar; menjadi 91&percnt;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Melihat kondisi AS yang semakin sulit dan bangkrutnya tiga bank di AS&period; Saya kira kita harus bijak menyikapinya&period; Kita harus siap dengan kemungkinan terburuk AS akan jatuh terjerembap dalam resesi ekonomi&comma; yang mungkin akan diikuti oleh Eropa&comma; bahkan ada kemungkinan resesinya lebih cepat dibandingkan AS&period; Pada saat negara maju mengalami resesi&comma; maka akan sulit negara berkembang terhindar dari resesi ekonomi dunia&period; Apalagi dalam kebijakan moneternya&comma; menaikkan suku bunga acuannya secara signifikan sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan AS&comma; dalam rangka menjaga stabilitas nilai mata uangnya terhadap Dollar AS”&comma; lanjut Anton&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Kendati demikian&comma; Anton meyakinkan masyarakat Indonesia agar tidak panik meyikapi kondisi tersebut&period; Pada nyatanya&comma; Indonesia telah berpengalaman bertahan dalam krisis ekonomi dan finansial global 2008&sol;2009 &lpar;GFC 2008&sol;2009&rpar;&period; Di saat itu&comma; Indonesia hanya mengalami perlambatan ekonomi namun tidak terseret ke dalam resesi&period; Perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh positif sebesar 4&comma;6&percnt; tahun 2009 dari 6&percnt; pada 2008&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Padahal di tahun itu&comma; krisis ekonomi yang ditandai kebangkrutan Bank Lehman Brothers daya rusaknya jauh lebih besar dari kolapsnya SVB&comma; Signature Bank&comma; dan First Republic Bank di tahun ini&period; Lalu indikator persepsi risiko yang diwakili oleh credit default swap &lpar;CDS&rpar; dari lima bank besar di AS &lpar;Bank of America&comma; Citi Group&comma; JP Morgan&comma; Wells Fargo&comma; dan Morgan Stanley&rpar; lebih melonjak signifikan pada saat kolapsnya Lehman Brothers&period; Artinya&comma; kekhawatiran dan ketakutan jatuhnya Lehman Brothers &lpar;GFC 2008&sol;09&rpar; terbukti kadarnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jatuhnya SVB dan lain-lain&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Fakta-fakta tersebut&comma; telah membuka nalar sehat kita&comma; bahwa jika AS mengalami resesi tahun 2023&comma; dampak negatifnya kemungkinan besar tidak akan separah krisis ekonomi global 2008&sol;09&period; Indonesia akan jauh dari episentrum resesi ekonomi global 2023&period; Fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih sehat dan kuat dibandingkan kondisi 15 tahun lalu&comma; pada saat resesi ekonomi global 2008&sol;09&comma;” ucap Anton&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Anton melanjutkan&comma; keyakinan itu diperkuat dengan perhitungan yang telah dibangun oleh BRI pada Juli 2022 yakni menggunakan Markov Switching Dynamic Model&period; Di sana menunjukkan&comma; jika AS mengalami resesi ekonomi 2023&comma; maka probabilitas Indonesia mengalami resesi ekonomi hanya 2 persen&period; Angka tersebut sama persis dengan konsensus Bloomberg pada April 2023 ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya&comma; Anton menyarankan berbagai pihak untuk memperkuat kekuatan domestik perekonomian Indonesia di antaranya dengan mengoptimalkan konsumsi rumah tangga sebagai motor penggerak utama perekonomian&period; Di sisi lain&comma; pemerintah harus mampu menjaga daya beli masyarakat level menengah ke bawah dan menggerakkan perekonomian lokal&sol;daerah melalui stimulus fiskal seperti Bantuan Sosial &lpar;Bansos&rpar;&comma; perlinsos&comma; dana desa&comma; dan lain-lain&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia harus dikuatkan dan dibantu secara berjenjang dan berkesinambungan&comma; terutama dari sisi pembiayaan dan pemberdayaannya&period; Skema KUR yang tepat sasaran dan subsidi bunga yang efektif&comma; mendorong inklusi keuangan&comma; dan literasi keuangan akan membuat pelaku UMKM semakin mandiri dan kompetitif&period; Pada saat UMKM kuat maka Indonesia akan kuat menghadapi badai resesi ekonomi global&comma;” tutupnya&period;&lpar;SP&rpar;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version