Site icon savanaparadise.com

Berkat Program BRIncubator, UMKM Asal Bandung ‘Maira Cookies’ Sukses Jualan Kue Macaron dengan Omset Ratusan Juta Rupiah

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Bandung&comma; Savanaparadise&period;com &&num;8211&semi; Jika ada yang bilang Bandung surganya makanan lezat&comma; tampaknya tak berlebihan&period; Sebab&comma; setiap kali ke kota tersebut ada saja makanan khas yang bisa dibawa pulang&period; Salah satunya adalah produk kue macaron buatan Maira Cookies&period; Seperti diketahui&comma; macaron merupakan kue mungil nan cantik berwarna-warni yang berasal dari Prancis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melihat peluang untuk menjual macaron di Bandung kala itu&comma; pemilik Maira Cookies&comma; Endah Permatasari berinisiatif untuk membuka bisnis dengan macaron sebagai produk usahanya&period; Semua bermula dari hobinya membuat kukis sejak 2017 untuk anak-anak terutama saat lebaran&period; Dari situ ia kemudian terdorong untuk membuat usaha sendiri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Nama Maira diambil dari nama anak perempuan saya yang bungsu&period; Pada 2019 saya dapat kesempatan mengikuti pelatihan di Bandung&period; Dari situ saya jadi kenal dengan banyak mitra penting untuk memasarkan produk kue kering saya&comma; termasuk swalayan-swalayan ternama&comma;” jelas Endah&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Sayangnya&comma; pandemi yang mulai terjadi pada tahun 2020 membuat Endah tak kunjung mendapatkan sertifikasi halal untuk produknya&comma; sebagai salah satu syarat utama agar produknya bisa dijual di swalayan ternama&period; Setelah menunggu setahun&comma; Endah akhirnya mendapatkan sertifikasi halal dan membuat kemasan Maira Cookies yang menarik&period; Ia pun mulai memasarkan produk Crispy Macaron Maira Cookies ke beberapa mitra swalayan yang dikenalnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Seiring berjalannya waktu&comma; Endah berhasil menjual produk usahanya di etalase UMKM yang tersedia di beberapa swalayan ternama di Bandung dan Cirebon&period; Pada April 2021&comma; Endah mencoba ikut BRIncubator atau inkubator bisnis UMKM di Bandung&period; Program inkubasi dan akselerasi bisnis yang diselenggarakan oleh BRI ini yang bekerjasama dengan Rumah Kreatif BUMN Bandung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Awalnya&comma; saya tidak berekspektasi apa-apa&comma; tetapi dari ribuan peserta UMKM yang ikut BRIncubator&comma; saya masuk seleksi 100 besar hingga akhirnya masuk 10 besar&period; Saya kemudian dapat beragam pelatihan&period; Dari situ&comma; saya dapat banyak ilmu dan akhirnya paham jika untuk membuat sebuah usaha harus punya visi misi yang jelas&comma; legalitas&comma; struktur organisasi&comma; strategi bisnisnya seperti apa dan hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan pengembangan usaha&period; Inkubator bisnis tersebut saya ikuti sekitar kurang lebih 6 bulan&comma;” imbuh Endah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Adapun keunggulan dari Crispy Macaron ini dibuat dari tepung almond&comma; putih telur&comma; dan gula&period; Selain bersertifikat halal&comma; produk Maira Cookies juga sudah terdaftar di Dinas Kesehatan&period; Menurut Endah&comma; produknya tak menggunakan bahan pengawet sama sekali namun mampu bertahan hingga sekitar 1 tahun lamanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain Crispy Macaron&comma; Maira Cookies juga memiliki produk andalan lain&comma; yaitu Pampyron yang menggunakan gula palem dan Macana alias Macaron Kacang Tanah&period; Selain bisa dijumpai di berbagai swalayan ternama di Bandung&comma; produk Maira Cookies juga tersedia secara online di wellmairafood&period;co&period;id&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan masifnya bisnis Maira Cookies ini&comma; Endah mengaku per bulan usahanya bisa meraup omzet hingga Rp500 juta&period; Padahal&comma; di awal-awal ia hanya menggunakan modal pribadi dengan menjual beberapa aset yang dimiliki&period; Namun&comma; dengan pendampingan yang baik dari BRIncubator&comma; Maira Cookies dapat memasarkan produknya tak hanya ke Bandung&comma; tetapi sudah masuk ke berbagai swalayan dan toko oleh-oleh besar di Jabodetabek hingga Jawa Tengah juga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk memenuhi permintaan pasar&comma; Maira Cookies kini sudah memberdayakan 40 orang pegawai&period; Menariknya&comma; Endah memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar tempat produksi&period; Selain itu&comma; berkat BRIncubator ini pula&comma; Maira Cookies sering ikut acara bazar maupun pameran UMKM termasuk yang diadakan oleh Rumah Kreatif BUMN di Jakarta&period; Endah pun berharap dengan upaya ini&comma; ke depan Maira Cookies semakin dikenal sebagai camilan favorit keluarga Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan terpisah&comma; Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa BRI akan terus berkomitmen dalam mendorong pemberdayaan UMKM di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Secara umum&comma; strategi Bisnis Mikro BRI ke depan akan fokus pada pemberdayaan berada di depan pembiayaan&period; BRI sebagai bank yang berkomitmen kepada UMKM&comma; telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar&comma; integrasi hingga interkoneksi&comma;” pungkas Supari&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version