Site icon savanaparadise.com

Beredar Video Hoax Uang Hilang, Pengamat: Tak Perlu Khawatir, Sebut Menabung di Bank Sangat Aman

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma; – Teknologi yang semakin canggih mendatangkan kemudahan penyebaran informasi secara cepat&period; Namun&comma; hal ini juga perlu diwaspadai mengingat informasi hoax dan menyesatkan&comma; khususnya dalam hal ini terkait layanan perbankan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu contohnya belum lama ini&comma; akun sosial media &lpar;Instagram&comma; Tiktok&comma; Facebook&rpar; Rama News &lpar;&commat;ramanews&rpar; pada 23 April 2024 mengunggah sebuah video yang diambil dari akun TikTok widia&lowbar;pengamatpolitik&period; Akun tersebut menyebarkan informasi sesat dengan narasi kejadian nasabah BRI yang kehilangan uang merupakan efek dari pemilu yang membutuhkan uang untuk serangan-serangan bansos&period; Selain itu&comma; pengunggah juga mengajak masyarakat untuk menarik uangnya yang ada di BRI dan menyimpannya sendiri&period; Hal ini telah ditegaskan oleh BRI bahwa video &OpenCurlyDoubleQuote;Uang Hilang di BRI adalah efek dari Pemilu Untuk Serangan Bansos” tersebut tidak benar dan tidak berdasar&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics &lpar;CORE&rpar; Indonesia&comma; Piter Abdullah pun mengungkapkan bahwa perbankan nasional masih menjadi tempat yang sangat aman untuk menyimpan uang&period; Pasalnya&comma; perbankan adalah lembaga keuangan yang diawasi dengan ketat oleh regulator&period; Masyarakat disebut tak perlu khawatir dan harus tetap percaya terhadap kinerja perbankan nasional&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Menyimpan uang di bank sangat aman&period; Malah dibandingkan emas&comma; simpanan di bank lebih likuid bisa digunakan untuk belanja dengan kartu debit&period; Bank adalah lembaga keuangan yg sangat ketat diawasi&comma;&&num;8221&semi; ujarnya di Jakarta&comma; belum lama ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di sisi lain nasabah tetap harus berhati-hati dan memastikan bank yang sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan &lpar;LPS&rpar;&comma; sebuah lembaga independen yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan kepercayaan nasabah atau masyarakat terhadap bank&period; Dengan begitu&comma; keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional dapat dijaga oleh bank&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk nilai simpanannya&comma; yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank paling maksimal adalah saldo Rp2 miliar&period; Jika simpanan melebihi Rp2 miliar&comma; maka akan diselesaikan oleh tim likuidasi berdasarkan likuidasi kekayaan bank&period; Simpanan nasabah bank konvensional yang dijamin LPS berbentuk&colon; tabungan&comma; deposito&comma; giro&comma; sertifikat deposito&comma; dan bentuk lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terkait beredarnya video hoax uang hilang di sosial media baru-baru ini&comma; Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menghimbau kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan sosial media secara positif dan tidak mudah termakan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya&period;<br &sol;>&NewLine;&OpenCurlyDoubleQuote;BRI juga terus menghimbau dan memberikan edukasi kepada nasabah&comma; serta masyarakat untuk dapat bertransaksi aman dan nyaman&period; Hal tersebut tak lepas dari masih adanya berbagai modus penipuan online atau social engineering&comma;” imbuhnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu yang marak adalah modus penipuan melalui permintaan untuk meng-klik sebuah file undangan pernikahan berformat APK di WhatsApp &lpar;WA&rpar;&period; BRI mengimbau nasabah agar lebih berhati-hati dan tidak mengunduh&comma; menginstal&comma; maupun mengakses aplikasi tidak resmi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; Hendy mengimbau nasabah untuk tetap menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain dan pihak yang mengatasnamakan BRI&comma; termasuk memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan &lpar;nomor rekening&comma; nomor kartu&comma; PIN&comma; user&comma; password&comma; OTP&comma; dsb&period;&rpar; melalui saluran&comma; tautan atau website dengan sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version