Site icon savanaparadise.com

Berbekal Pinjaman Modal dan Pendampingan BRI, Perempuan Tangguh Ini Dirikan Kelompok Wanita Tani di Kaki Gunung Ciremai

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kuningan&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Dari sebuah desa kecil di kaki Gunung Ciremai&comma; terselip sebuah cerita yang bertumpu pada perjuangan tiada lelah&period; Hayanah&comma; namanya yang mampu menorehkan cerita inspiratif dan membanggakan&comma; tak hanya untuk dirinya sendiri&comma; namun juga bagi orang di sekitarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perempuan berusia 59 tahun itu mampu bangkit dari keterpurukan&period; Ia bukan seorang pebisnis kaya&comma; bukan pula seorang tokoh besar&comma; tetapi keteguhannya mengubah hidup banyak perempuan lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hayanah dan sang suami sempat mengalami pergolakan ekonomi yang tak mudah&period; Saat itu&comma; krisis ekonomi 1998 dirinya yang masih tinggal di Pasar Minggu&comma; Jakarta Selatan tersebut terkena dampak&period; Alhasil&comma; ia dan keluarga kembali ke kampung halaman di Kuningan&comma; Jawa Barat ketika kondisi yang tak menentu tersebut&period; Di sana&comma; Hayanah menemukan secercah asa dan harapan untuk membantu keluarga&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Jawabannya terwujud pada tahun 2000 atau selang dua tahun finansial keluarganya terguncang&period; Ubi jalar menjadi sebuah komoditas yang merubah hidup dirinya dan orang sekitar&period; Sembilan tahun berselang&comma; berbekal tekad dan rasa ingin memberdayakan perempuan di sekitarnya&comma; Hayanah pun mendirikan Kelompok Wanita Tani &lpar;KWT&rpar; Sri Mandiri di Desa Sembawa&comma; Kecamatan Jalaksana&comma; Kuningan&comma; Jawa Barat&comma; pada tahun 2009 bersama ibu-ibu rumah tangga lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kelompok itu pun kemudian menjadi gerakan kecil yang memberdayakan perempuan desa melalui usaha berbasis pertanian&period; Pada tahun 2006&comma; Hayanah mulai aktif di program PNPM dan membentuk kelompok Usaha Pengembangan Kecamatan &lpar;UPK&rpar;&period; Dari sinilah cikal bakal KWT Sri Mandiri terbentuk pada Januari 2009&comma; dengan dukungan dari Dinas Pertanian setempat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Awalnya hanya ada 20 anggota&period; Mereka berkumpul&comma; belajar bersama&comma; dan mencoba berbagai cara untuk mengolah ubi jalar&period; Banyak eksperimen yang gagal&comma; namun semangat mereka tak pernah surut&period; Dengan modal patungan Rp5&period;000 per bulan dan simpanan pokok Rp20&period;000&comma; mereka mulai memproduksi makanan berbasis ubi jalar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya selalu menekankan ke teman-teman&comma; ini bukan sekadar usaha&comma; tapi juga cara kita menuntut ilmu dan membantu keluarga&comma;” ujar Hayanah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Seiring waktu&comma; semakin banyak ibu-ibu yang bergabung dan kini jumlah anggotanya telah mencapai lebih dari 100 orang&comma; dan produksi KWT Sri Mandiri berkembang pesat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di tahun-tahun awal&comma; Hayanah harus berjuang keras memasarkan produk&period; Awalnya&comma; mereka menjual langsung ke pelanggan&comma; mengandalkan pesanan kecil-kecilan&period; Namun&comma; titik balik terjadi saat mereka mulai menjalin kemitraan dengan ritel modern&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kini&comma; produk olahan ubi jalar dari KWT Sri Mandiri telah tersedia di lebih dari 1&period;400 gerai minimarket di wilayah Cirebon hingga Brebes&period; Selain itu&comma; mereka juga memasok produk ke toko oleh-oleh dan pelanggan tetap&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kesuksesan di dalam negeri pun mendorong KWT Sri Mandiri merambah pasar internasional&period; Meski belum dalam skala besar&comma; produk mereka sudah mulai dikirim ke Malaysia dan Korea&period; Saat pandemi melanda&comma; pengiriman ke Bali terhenti&period; Akhirnya&comma; mereka lebih fokus memperkuat pemasaran di wilayah Jabodetabek dan Cirebon&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain memberikan dampak ekonomi&comma; KWT Sri Mandiri juga membawa perubahan sosial&period; Perempuan-perempuan yang dulunya hanya mengurus rumah kini memiliki penghasilan dan kemandirian finansial&period; Mereka tidak hanya membantu perekonomian keluarga&comma; tetapi juga membuktikan bahwa perempuan bisa berkontribusi dalam pembangunan desa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami bukan hanya mencari uang&comma; tetapi juga ilmu dan kebersamaan&period; Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan punya kekuatan untuk bertahan dan berkembang&comma;” tutur Hayanah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>BRI Beri Pendampingan hingga Permodalan<&sol;p>&NewLine;<p>Pada tahun 2010&comma; Hayana mendapatkan pinjaman awal Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar; dari BRI karena tidak memiliki modal dan tidak ada sumber pendanaan lain&period; Setelah mendapatkan bantuan permodalan dari BRI&comma; mereka mampu mengembangkan usaha hingga skala yang lebih besar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>KUR dari BRI juga digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi&comma; termasuk pembelian mesin&comma; pembangunan fasilitas&comma; dan pembelian tanah untuk perluasan rumah produksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain pinjaman&comma; KWT Sri Mandiri juga menerima bantuan peralatan usaha dari BRI Peduli pada tahun 2022 yang digunakan untuk pengolahan tepung dengan kapasitas 40 kilogram&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Bantuan ini sangat membantu dalam meningkatkan produksi&comma; meskipun kapasitas mesinnya masih terbatas&comma; walau belum bisa memenuhi seluruh permintaan&comma; saya tetap bersyukur karena sudah bisa memproduksi sendiri&comma;” ujar Hayanah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hayana berpesan kepada seluruh perempuan untuk berani melangkah ke dunia usaha&period; Baginya&comma; ketakutan dan rasa minder tidak boleh menjadi penghalang&period; Ia meyakini bahwa berpikir positif dan memiliki tekad yang kuat akan membawa perempuan menuju kesuksesan&comma; karena rezeki akan datang kepada mereka yang berusaha&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jika niat kita bekerja adalah ibadah dan demi kesejahteraan keluarga&comma; Insya Allah jalan akan terbuka lebar&comma;&&num;8221&semi; katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan terpisah&comma; Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menambahkan bahwa BRI berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu para pelaku UMKM melalui program &OpenCurlyDoubleQuote;Klasterkuhidupku”&comma; dimana tidak hanya berupa penyaluran pinjaman modal usaha saja&comma; namun juga berupa pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami percaya&comma; dengan pendekatan yang holistic tersebut&comma; UMKM Indonesia dapat naik kelas dan menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan”&comma; pungkas Hendy&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version