Site icon savanaparadise.com

Berawal dari Proyek Sosial, Vania Sukses Buka Usaha Fashion Ramah Lingkungan

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Surabaya&comma; Savanapradise&period;com&comma; &&num;8211&semi; Berawal dari proyek sosial dan edukasi pemberdayaan masyarakat terkait isu lingkungan&comma; mendorong perempuan bernama Vania Santoso &lpar;31 tahun&rpar; untuk mengembangkan proyek tersebut menjadi proyek sosial yang berkelanjutan dan menghasilkan nilai ekonomi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tepatnya pada tahun 2018&comma; berdirilah &OpenCurlyDoubleQuote;heySTARTIC” yang merupakan sebuah usaha yang menawarkan berbagai fashion yang unik dan ramah lingkungan&period; Sebetulnya&comma; usaha tersebut didirikan Vania dan sang kakak yaitu Agnes Santoso&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Secara legalnya berdiri tahun 2018 tapi memang dari sebelumnya kita aktif edukasi pemberdayaan masyarakat terkait isu lingkungan dan sifatnya lebih ke proyek sosial&period; Salah satu yang kita lihat itu bagaimana proyek sosial ini bisa berkelanjutan dari segi keuangannya&comma; gak pusing perlu cari sponsor dan lomba terus untuk bisa dapat pendanaan mengenai misi sosial yang dijalankan&comma;” kata Vania&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Di sisi lain dari segi lingkungan juga sudah marak bank sampah&comma; dan aktivis-aktivis lingkungan&period; Namun&comma; salah satu kendalanya dalam pengelolan bank sampah&comma; adalah ketika barang-barang sudah dikreasikan ternyata kurang mendapatkan respon yang positif dari masyarakat&period; Dari situlah Vania dan sang kakak mencari cara supaya orang tertarik dan bangga saat menggunakan produk olahan dari daur ulang sampah&comma; salah satunya lewat produk olahan daur ulang yang dibuat secara fashionable&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Aku pernah mengalami ketika ikut konferensi kegiatan di luar negeri&comma; itu produk-produknya diminati banget&period; Tapi pas pulang ke Indonesia kok ga ada yang mau beli&period; Jadi&comma; dari situ akhirnya mulai eksperimen dan eksplorasi lagi bagaimana produk-produk hasil daur ulang bisa lebih fashionable dan tetap ramah lingkungan&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perempuan asal Surabaya ini mengungkapkan kesulitan yang dihadapi ketika membangun usaha heySTARTIC&period; Kendala seperti masih minimnya edukasi masyarakat terkait hasil produk daur ulang&period; Hal itulah yang menjadi tantangan baginya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Salah satu tantangannya edukasi&comma; dalam artian untuk bisa meyakinkan hati konsumen meskipun ini hasil dari daur ulang tapi tetap kuat dan terlihat artistik&period; Karena memang tendensinya orang ketika beli tas KW aja yang penting ada mereknya&comma; itu tanyangannya&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Produk dari heySTARTIC memiliki desain yang unik dan dibuat dari karya daur ulang oleh para pengrajin berpengalaman&period; Untuk produksi&comma; ada pioneer yang berasal dari program pemberdayaan masyarakat yang menjadi supervisor di lapangan&period; Jumlah Pioneer ada 11 orang yang membawahi 2-3 pengrajin&period; Untuk sistem penggajian sendiri&comma; Vania tidak menggaji pioneer per bulan melainkan upahnya sesuai pesanan dan bagi hasil dari penjualan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut&comma; Vania mengatakan&comma; selain dapat menambah variasi gaya&comma; toko yang terletak di Jalan Jemursari 4 No&period; 5&comma; Surabaya ini juga menawarkan beberapa varian produk yang terdiri dari tas&comma; dompet&comma; clutch&comma; pouch&comma; sandal dan kap lampu&comma; alas meja&comma; kursi&comma; dan masih banyak lagi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tujuannya untuk mengenalkan kesadaran lingkungan dan gaya hidup ramah lingkungan&comma; tapi menarik salah satunya lewat fashion&period; Itulah alasan Vania dan sang kakak membuat produk fashion yang sering digunakan masyarakat seperti tas&comma; dompet&comma; dan sebagainya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tak hanya itu&comma; produk produk eksklusif dari heySTARTIC juga ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau&comma; yaitu dimulai dari harga Rp 50 ribu &&num;8211&semi; 1&comma;2 juta saja untuk setiap produknya&period; Produknya juga tersedia di e-commerce Shopee dan Tokopedia&comma; dan melalui media sosial seperti Instagram&period; Produk daur ulang heySTARTIC juga dijual secara offline di galeri-galeri toko oleh-oleh Surabaya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;&lpar;Harganya&rpar; tergantung barangnya&comma; kalau basic Rp 50&period;000 sampai Rp 200&period;000 an&comma; dan kalau ada kombinasi dengan ornamen baru Rp 500 ribu ke atas&comma; dan kalau ada kombinasi dengan kulit maka harganya bisa lebih tinggi lagi&comma;” ucapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari penjualan produk daur ulang tersebut&comma; Vania bisa menghasilkan Rp 10 juta-Rp 15 juta per bulan&period; Produk yang banyak dipesan adalah clutch untuk bawa new normal kit&period; Sebetulnya&comma; usaha milik Vania ini juga terdampak pandemi covid-19&period; Pasalnya&comma; pada awal pandemi yakni tahun 2020 dan tahun 2021&comma; masyarakat dihimbau untuk dirumah saja&comma; sehingga produk fashionnya tidak relevan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun hal tersebut tak mematahkan semangat Vania dan sang Kakak untuk terus berinovasi menghasilkan produk lain yang lebih sesuai dengan situasi dan kondisi pandemi&comma; salah satunya membuat tas belanja dalam rangka menggantikan penggunaan plastik sekali pakai&period; Saat ini cukup banyak juga untuk bagi-bagi sembako donasi&comma; gift&comma; hampers&comma; menggunakan kantong heySTARTIC&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Kolaborasi dengan BRI<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Dalam perjalanannya&comma; heySTARTIC juga pernah diajak kolaborasi oleh BRI melalui UMKM EXPO&lpar;RT&rpar; BRILIAN PRENEUER&period; Tujuan kolaborasi tersebut untuk menghasilkan produk daur ulang yang two in one&comma; artinya ada kombinasi antara bungkus kemasan digabungkan dengan bahan daur ulang kertas semen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Vania sering mengikuti pelatihan dari BRI berupa webinar dan workshop&comma; serta ikut program-program yang dicanangkan BRI&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sehingga banyak didukung pemasarannya&comma; untuk bikin video profile dan dikirimkan tim khusus untuk liputannya&period; Pengaruhnya ikut pelatihan dan program BRI&comma; dari segi penjualan sudah pasti&period; Kemudian nemu buyer-buyer baru dan juga nemu akses penjualan yang mudah lewat portal yang dibuat BRI&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di sisi lain&comma; heySTARTIC ternyata sudah banyak memiliki prestasi&period; Misalnya tahun 2021 heySTARTIC terpilih menjadi under 30 kategori social entrepreneurship philanthropy&comma; UKM Juara dan UKM Indonesia&period; Kemudian tahun 2020&comma; ada program pemberdayaan perempuan &OpenCurlyDoubleQuote;Women Empowerment Principle award” menjadi pemenang di Indonesia dan menjadi Runner up di Asia Pasifik&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version