Site icon savanaparadise.com

Batu Megalith di Pulau Sabu Raijua

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Megalitik &lpar;tugu batu prasejarah&rpar;<br &sol;>&NewLine;<&sol;strong><br &sol;>&NewLine;Banyak yang percaya bahwa batu-batu besar yang dapat ditemukan di tempat-tempat ritual di Sabu pada jaman dahulu muncul dari kekuatan sihir dan hanya dalam waktu satu malam&period; Akan tetapi&comma; berdasarkan ahli geologi Ron Harris yang telah beberapa kali mengunjungi Sabu&comma; bahwa batu-batu tersebut terbentuk dengan alami&period; Ron juga mengatakan bahwa Sabu memiliki hal yang menarik dan menantang bagi para ahli geologi&period; Berikut teks mengenai asal megalitik di Sabu yang diberikan secara sukarela oleh profesor Ron Harris&colon;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Batu-batu ini merupakan sebuah pengerasan atau konkresi yang berbentuk elips&period; Konkresi ini terdiri dari batu pasir&period; Batu pasir terbentuk ketika butiran pasir tersementasi bersamaan karena adanya cairan yang membawa butiran-butiran tersebut menjadi satu&period; Begitu seterusnya hingga ketika satu sementasi terbentuk dan mengeras&comma; maka sementasi lainnya akan terbentuk lagi dan menumpuk sehingga membentuk lapisan-lapisan dalam satu buah batu&period; Inilah yang terjadi 250 juta tahun yang lalu pada lapisan batupasir di Sabu yang mengeras&period; Lapisan-lapisan yang mengeras ini sebenarnya bagian dari pinggiran tepi benua Australia&period; Benturan yang terjadi antara tepi benua Australia dengan tepi benua Asia selama 2 juta tahun belakangan menaikkan batuan pasir dari kedalaman ratusan kilometer keatas permukaan&period; Benturan ini terjadi terus menerus sehingga menjadi sumber terjadinya gempa bumi di belahan bumi&period;&&num;8221&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Megalitik di Sabu merupakan keajaiban alam dan dianggap keramat&period; Batu tersebut tidak diukir&comma; tanpa tulisan dan bukan tempat pemakaman&period; Batuan ini dibawa ke tempat ritual dan digunakan sebagai penanda fisik dan waktu&period; Sebuah batu bisa dipakai sebagai pengingat seorang leluhur tertentu&comma; atau seorang pendiri suku&comma; atau tugas Mone Ama&period; Di arena ritual utama&comma; Namata&comma; di wilayah Seba&comma; setiap anggota Mone Ama&comma; berkuasa atas satu atau beberapa batu keramat&period; Daging dari hewan kurban biasanya ditempatkan di atas batu tersebut ketika berdoa&comma; dan seorang Mone Ama diperbolehkan duduk di atas batunya ketika terhubung dengan para leluhur&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Berikut adalah tempat-tempat yang terhubung dengan zaman lampau di Sabu&period; Umumnya tempat-tempat ini tidak memiliki batas tembok &lpar;baca Kampung Adat&rpar; dan sekarang tidak lagi dihuni&period;<br &sol;>&NewLine;1&period;&Tab;Wadu Mea&colon; Batu Merah di laut dekat pantai Raerobo &lpar;Liae&rpar;&period; Inilah tempat dimana leluhur Kika Ga dipercaya datang di Sabu &lpar;terdapat mitos &sol; legenda mengenai hal ini&rpar;&period; Para ahli silsilah mengatakan bahwa Kika Ga adalah leluhur pertama sehingga tidak diragukan lagi akan kepemilikan-tanahnya&colon; dialah yang pertama&period;<br &sol;>&NewLine;2&period;&Tab;Merèbu&colon; Pemukim pertama para leluhur Sabu adalah keturunan Kika Ga&period; Di kaki bukit Merébu&comma; terdapat sebuah goa dan sebuah batu datar yang disebut tempat duduk Kik Ga Wowadu mejédi Kika Ga&period; Beberapa leluhur tinggal disana sampai paling tidak masa Dida Miha dan kemungkinan selanjutnya&period; Sekarang Merébu adalah sebuah bukit tandus dimana tidak ada lagi orang yang tinggal di situ&period;<br &sol;>&NewLine;3&period;&Tab;Waduwela memiliki batu keramat yang terkait dengan leluhur Dida Miha dan putranya Rede Dida&period; Dari zaman yang lebih baru&comma; makam-makam dari zaman Belanda dapat ditemukan di Waduwela&comma; di kaki bukit Ege&period;<br &sol;>&NewLine;4&period;&Tab;Raeawu&colon; Raeawu adalah sebuah kejadian yang dikenang dalam bentuk nama desa yang mana ratusan tahun lalu dihancurkan dalam peperangan &lpar;awu&colon; abu&rpar;&period; Sebuah desa baru lalu dibentuk tak jauh dari desa lamanya&period; Desa tersebut memiliki banyak kuburan dan sebuah pohon beringin besar&period;<br &sol;>&NewLine;5&period;&Tab;Raenalai memiliki tiga golongan megalitik&semi; salah satunya memiliki dolmen kecil &lpar;dolmen&colon; monumen prasejarah berupa meja batu datar yang ditopang oleh tiang-tiang batu&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Source &colon; http&colon;&sol;&sol;savuraijuatourism&period;com&sol;id&sol;pariwisata&sol;tempattempat-wisata&sol;melalui way2east&period;com&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version