Site icon savanaparadise.com

Bansos Jadi Alat Mobilisasi Politik di Setiap Pemilu

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;-  Program dana bantuan sosial atau bansos adalah infrastruktur negara untuk membantu warganya yang gagal memenuhi kesejahteraan hidupnya&period; Untuk Indonesia&comma; jumlah warga yang masih membutuhkan ini diperkirakan masih tinggi&comma; yakni di angka sekitar 30 juta jiwa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Tak heran bila pada tahun 2024&comma; anggaran bantuan sosial naik Rp 20 Triliun menjadi Rp 496 Triliun&comma; dibandingkan anggaran 2023 yang sebesar Rp 476 Triliun&period; Jumlah ini naik lebih dari 13 persen&period; Selain itu&comma; juga terdapat peningkatan jumlah Keluarga Penerima Manfaat &lpar;KPM&rpar; Bansos Beras&colon; 21&comma;3 juta KPM &lpar;2023&rpar;&comma; menjadi sebanyak 22 juta KPM &lpar;2024&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Dan&comma; ada bentuk-bentuk bansos lain&comma; baik program lama seperti Program Keluarga Harapan&comma; Program Indonesia Pintar dan juga bentuk baru seperti bantuan dengan nama mitigasi risiko pangan&comma; bantuan El Nino dan lain sebagainya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Wawan Mas’udi&comma; Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada dalam diskusi Jaga Pemilu di Jakarta&comma; Rabu &lpar;7&sol;2&sol;2024&rpar;&comma; selain sebagai instrumen negara&comma; kenaikan jumlah dana bansos setiap menjelang Pemilu bisa juga dilihat sebagai mekanisme untuk melakukan mobilisasi politik seperti hubungan antara patron dan klien&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Selain instrumen negara&comma; di sisi lain bansos bisa menjadi alat mobilisasi dukungan&sol;kesetiaan politik dan untuk memperkuat struktur patron – client bagi penguasa&period; Apalagi jika tidak dilakukan dalam kerangka universal dan imparsial&comma; namun bersifat partikular dan selektif&comma; serta cenderung personifikasi&period; Selain itu&comma; momentum distribusi bansos juga terjadi di sekitar momentum politik elektoral&comma;” kata Wawan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Direktur Indonesia Budget Center Elisabeth Kusrini meniliknya lebih jauh lagi&period; Menurutnya&comma; jelang pemilu 2004&comma; Presiden Megawati Soekarnoputri menyalurkan Bantuan Langsung Tunai &lpar;BLT&rpar; Rp100 ribu per bulan kepada 15&comma;5 juta keluarga miskin selama enam bulan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Lalu pada pemilu 2009&comma; Presiden SBY menyalurkan bantuan langsung sementara masyarakat &lpar;BLSM&rpar; sebesar Rp 150&period;000 per bulan kepada 19 juta keluarga miskin selama tiga bulan&period; Di pemilu 2014&comma; SBY menyalurkan bantuan langsung sementara masyarakat &lpar;BLSM&rpar; sebesar Rp 150&period;000 per bulan kepada 19 juta keluarga miskin selama tiga bulan&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Lanjut di era Jokowi&comma; bahkan sejak awal terpilih di tahun 2019 ia telah menyalurkan bantuan pangan nontunai &lpar;BPNT&rpar; sebesar Rp 110&period;000 per bulan kepada 15&comma;6 juta keluarga miskin&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Elisabeth menambahkan&comma; politisasi bansos semakin terlihat jelas ketika distribusi tidak dilakukan oleh Kementerian Sosial tapi melibatkan pimpinan partai politik&period; Lalu&comma; data yang dipakai juga bukan yang dimiliki Kemensos&comma; tapi data dari Kemenko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan &lpar;PMK&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Akibatnya&comma; terjadi ketidaksesuaian data dan berpotensi menimbulkan ketidakadilan di kalangan masyarakat&period; Tri Rismaharini sejak awal menjabat Mensos punya komitmen untuk menggunakan data kemiskinan&period; Saat ini&comma; data kemiskinan tersebut tidak lagi dipakai&period; Berdasarkan informasi Menteri Sosial &lpar;Mensos&rpar; Tri Rismaharini&comma; saat ini pemerintah menggunakan data dari Kemenko PMK dalam pembagian Bansos&comma;” ujar Elisabeth&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Elisabeth menambahkan&comma; ada empat bentuk politisasi bansos pada masa pemilu&comma; yaitu penyaluran data penerima&comma; penyelewengan dana&comma; penggunaan simbol atau atribut partai dan upaya memengaruhi preferensi politik masyarakat penerima bansos&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Dan&comma; ada empat aktor yang berpotensi menyalahgunakan program pansos pada masa kampanye Pemilu 2024&period; Mereka adalah peserta pemilu&comma; aparatur sipil negara&comma; BUMN dan BUMD serta masyarakat penerima bansos&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p>Wawan menambahkan&comma; bansos harus terus menerus diingat sebagai kebijakan negara&comma; bukan sebagai kebijakan personal&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Atas alasan apapun&comma; situasi pemilu ini tentu tidak sekritis saat kita menghadapi pandemi Covid-19&period; Jadi suara kritis terhadap bansos harus terus disuarakan&comma; bahkan melampaui masa Pemilu nanti&comma;” katanya&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version