Site icon savanaparadise.com

Bank NTT kembali Jadi Penyalur KUR untuk UMKM, Menteri UMKM RI Minta Perkuat Pendampingan Intensif 

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>LABUANBAJO&comma;<strong>Savanaparadise&period;com –<&sol;strong> Kembalinya Bank NTT sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar; membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur untuk mengakses pembiayaan&period; Senada dengan itu&comma; dorongan Menteri UMKM RI&comma; Maman Abdurrahman agar penyaluran kredit disertai pendampingan intensif dari Bank NTT guna memastikan usaha kecil mampu tumbuh berkelanjutan dan naik kelas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di tengah upaya memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha skala kecil&comma; pemerintah kembali menegaskan peran strategis Kredit Usaha Rakyat &lpar;KUR&rpar; sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah&period; Momentum itu terlihat dalam kegiatan sosialisasi dan akad massal KUR yang digelar di Labuan Bajo&comma; Selasa &lpar;28&sol;4&sol;2026&rpar;&comma; yang mempertemukan pemerintah pusat&comma; daerah&comma; dan perbankan dalam satu agenda percepatan pembiayaan UMKM&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menteri Usaha Mikro&comma; Kecil&comma; dan Menengah Maman Abdurrahman menegaskan&comma; KUR tidak boleh dipandang sekadar sebagai tambahan likuiditas&comma; melainkan sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing usaha&period; Di hadapan ratusan pelaku UMKM&comma; ia mengingatkan bahwa kedisiplinan dalam memanfaatkan pembiayaan menjadi kunci agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;KUR harus digunakan untuk kegiatan produktif&comma; bukan konsumtif&period; Ini adalah kesempatan untuk memperbesar usaha&comma; meningkatkan kualitas produk&comma; dan memperluas pasar&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam konteks itu&comma; pemerintah mendorong peran aktif lembaga keuangan tidak hanya sebagai penyalur kredit&comma; tetapi juga sebagai mitra pendamping&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan &lpar;PKP&rpar; antara Kementerian UMKM dan Bank NTT menjadi penanda penting kembalinya bank daerah tersebut ke dalam ekosistem penyaluran KUR setelah sempat absen beberapa tahun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kembalinya Bank NTT dinilai strategis&comma; mengingat kedekatannya dengan pengusaha kecil di tingkat lokal&period; Dengan target penyaluran sekitar Rp350 miliar&comma; bank daerah ini diharapkan mampu menjangkau sektor-sektor usaha yang selama ini belum terlayani optimal oleh perbankan nasional&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menteri Maman menekankan&comma; keberhasilan program KUR tidak hanya diukur dari besarnya angka penyaluran&comma; tetapi juga dari kualitas dampak yang dihasilkan&period; Oleh karena itu&comma; literasi keuangan dan pendampingan usaha menjadi elemen yang tak terpisahkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penyaluran harus diikuti dengan edukasi&period; Tanpa itu&comma; pembiayaan berisiko tidak memberikan efek jangka panjang&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Secara nasional&comma; hingga April 2026&comma; realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp91&comma;6 triliun kepada sekitar 1&comma;4 juta pelaku usaha&period; Sementara di Nusa Tenggara Timur&comma; angka penyaluran tercatat Rp898 miliar untuk lebih dari 19 ribu UMKM&comma; masih menyisakan ruang besar untuk peningkatan akses pembiayaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur Nusa Tenggara Timur&comma; Emanuel Melkiades Laka Lena melihat KUR sebagai instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan&comma; terutama di wilayah dengan struktur usaha mikro yang dominan&period; Namun&comma; ia mengingatkan pentingnya tata kelola agar manfaat program benar-benar dirasakan secara merata&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kita tidak hanya mengejar angka penyaluran&comma; tetapi bagaimana dana ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat&comma;” ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Gubernur Melki&comma; sinergi antara pemerintah pusat&comma; pemerintah daerah&comma; dan perbankan harus diarahkan pada penguatan ekosistem usaha&comma; mulai dari akses modal hingga peningkatan kapasitas pengusaha UMKM&period; Dalam kerangka itu&comma; kehadiran Bank NTT diharapkan mampu menjembatani kebutuhan pembiayaan sekaligus memahami karakteristik ekonomi lokal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan dimulainya kembali penyaluran KUR oleh Bank NTT&comma; harapan pun menguat bahwa UMKM di NTT tidak hanya memperoleh akses modal&comma; tetapi juga peluang untuk naik kelas&period; Di tengah tekanan ekonomi global dan keterbatasan akses di daerah&comma; pembiayaan yang inklusif dan terkelola dengan baik menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan&period;&ast;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version