Site icon savanaparadise.com

Angka Miskin Capai 19,48 Persen, NTT Jadi Pilot Project Lawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Jakarta&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik &lpar;BPS&rpar; per Maret 2024&comma; angka kemiskinan di NTT mencapai 19&comma;48 persen atau sekitar 1 127&period;570  Jiwa&period; Hal inilah yang membuat NTT dinobatkan&comma; salah satu provinsi tingkat kemiskinannya tertinggi di Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di sisi lain&comma; dari Survei Kesehatan Indonesia &lpar;SKI&rpar; tahun 2023&comma; menunjukan prevalensi stunting pada balita di NTT sebanyak 37&comma;9 persen&period; Dari data ini&comma; kemudian menempatkan NTT sebagai provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia setelah Papua Pegunungan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Agar tidak terjadi ketimpangan&comma; Presiden Prabowo pun terus menaru perhatian dan komitmennya dalam menanggulangi stunting dan kemiskinan ekstrem&period; Dalam satu semangat lawan stunting dan kemiskinan ekstrem&comma; NTT menjadi provinsi pertama pilot project program kolaborasi penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Pemilihan NTT sebagai pilot project penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem didasarkan&comma; tingginya stunting dan kemiskinan di provinsi ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gerakan ini diawali dengan pertemuan antara&comma; Gubernur NTT&comma; Emanuel Melkiades Laka Lena dengan Mentri Kependudukan dan Pembangunan &lpar;KPK&rpar; Keluarga&comma; Dr&period; Wihaji&comma; S&period;Ag&comma;&comma; M&period; PD&comma; di Kantor Kementrian KPK&comma; Sabtu&comma; &lpar;08&sol;03&sol;25&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam pertemuan tersebut&comma; keduanya membahas finalisasi Grand Design Kolaborasi dan Rencana Aksi&comma; yang akan menjadi cetak biru dalam mengatasi dua permasalahan krusial itu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Gubernur Melki menginginkan program itu berdampak langsung ke masyarakat dan melibatkan berbagai pihak&comma; mulai dari pemerintah pusat hingga ke daerah&comma; dunia usaha&comma; akademisi&comma; serta masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia berjanji akan merangkul semua pihak&comma; kerja bersama-sama&comma; karena hematnya gerakan besar ini harus dikerjakan bersama&comma; agar NTT mampu menjadi contoh&comma; bisa keluar dari ketertinggalan dan mengubah wajah Indonesia dari aspek kesehatan dan kesejahteraan rakyat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikesempatan yang sama&comma; Mentri Wihaji menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor&period; Menurut Mentri&comma; kolaborasi ini menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Wihaji menegaskan&comma; pemerintah akan menggandeng semua pihak termasuk&comma; kementrian kesehatan&comma; kementrian pendidikan tinggi&comma; kementrian desa&comma; serta berbagai universitas dan lembaga peneliti&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8221&semi; Ada Universitas yang sudah menjadi target kita seperti&comma; Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang&period; Kolaborasi ini kita lakukan guna menghadirkan inovasi berbasis riset dalam menangani stunting dan kemiskinan&&num;8221&semi;&comma; ungkap Pak Mentri&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version