Site icon savanaparadise.com

Alokasi anggaran Dana Desa 4 tahun Diduga Fiktif, Kades Oekolo TTU Diadukan ke Kejaksaan

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kefamenanu&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Alokasi anggaran Dana Desa di desa Humusu Oekolo kecamatan Insana Utara&comma; Kabupaten Timor Tengah Utara &lpar;TTU&rpar; selama 4 tahun terakhir diduga fiktif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Akibat dari adanya dugaan tersebut&comma; pada Selasa &lpar;15&sol;4&sol;2021&rpar; sekelompok masyarakat dari desa Humusu Oekolo&comma; melaporkan Kepala desanya Andreas Fanu ke Kejaksaan negeri Kefamenanu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah satu tokoh pemuda desa Humusu Oekolo&comma; Hery Kefi kepada awak media usai menyampaikan aduannya ke kejaksaan mengatakan hasil pelaksanaan pembangunan di Desa Humusu Oekolo selama 4 tahun telah dilakukan audit oleh Inspektorat namun hasil audit Inspektorat tidak sesuai dengan bukti fisik di lapangan&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ada sejumlah item pekerjaan yang dikerjakan menggunakan dana desa fiktif tidak ada bukti fisik&&num;8221&semi; ungkap Kefi kesal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kefi menguraikan beberapa item pekerjaan fiktif antara lain&comma; pembangunan tembok penahan tepi sungai dengan pagu anggaran Rp&period; 354&period;407&period;400 bukti fisiknya tidak ada sementara di RAB hasil audit Inspektorat fisiknya 100 persen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemudian pengerjaan Embung 38 x 38 Meter dengan pagu anggaran Rp&period; 176&period; 673&period; 130 yang berada tepat di belakang SDK Oekolo mubazir karena tidak memberikan asas manfaat untuk masyarakat&period; Sementara bak penampung hingga saat ini belum rampung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lalu rencana pembangunan drainase sepanjang 254 meter dengan menelan pagu anggaran Rp&period; 96&period;332&period; 500 yang tertera dalam RAB diduga fiktif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; rencana pembinaan dan pengembangan pendidikan anak usia dini&sol;PAUD seperti pengadaan pakaian seragam dan alat tulis yang dianggarkan tahun 2018 dan 2019 dengan alokasi Rp 69&period;300&period;000 hingga saat ini tidak terealisasi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ada juga program pengembangan ternak sapi secara kolektif pada tahun 2019 yang diperuntukan bagi 5 dusun dengan pagu anggaran 600&period;000&period; 000&period; Namun hingga saat ini&comma; baru terealisasi pada 1 dusun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hery mengatakan dalam Musyawarah Dusun dan Musyawarah Desa&comma; tidak direncanakan program pengadaan bawang merah&comma; namun kepala desa secara sepihak melakukan pengadaan bawang merah dengan alokasi anggaran Rp&period;130&period;000&period;000 tetapi tidak dibagikan kepada masyarakat setempat hingga mubasir&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; wakil Ketua BPD Desa Humusu Oekolo&comma; Aprianus Kaet mengaku belum sepenuhnya mengikuti perkembangan penyelenggaraan pemerintah desa lantaran mereka baru dilantik pada bulan Februari 2021&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meskipun demikian&comma; Aris mengatakan BPD Desa Humusu Oekolo mendukung upaya pengaduan yang dilakukan warganya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami memang belum sepenuhnya mengikuti perkembangan penyelenggaraan pemerintah desa karena baru dilantik februari 2021&comma; namun sebagai lembaga perwakilan masyarakat di desa kami dukung sepenuhnya upaya hukum yang dilakukan masyarakat demi kebaikan Desa Humusu Oekolo&&num;8221&semi; kata Aris&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk proses hukum selanjutnya&comma; sepenuhnya kami serahkan kepada pihak kejaksaan&&num;8221&semi; tambah Aris&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hingga berita ini diturunkan Kades Andreas Fanu belum berhasil dikonfirmasi&period; &lpar;YA&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version