Site icon savanaparadise.com

Aktivis Pembebasan Papua Masih Ditahan Polres Kupang Kota

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>&nbsp&semi;<&sol;p>&NewLine;<p><a href&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2018&sol;12&sol;WhatsApp-Image-2018-12-01-at-01&period;48&period;15&period;jpeg"><img class&equals;"aligncenter size-full wp-image-323068" src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2018&sol;12&sol;WhatsApp-Image-2018-12-01-at-01&period;48&period;15&period;jpeg" alt&equals;"" width&equals;"540" height&equals;"405" &sol;><&sol;a> &NewLine; &NewLine;<&sol;p>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Belasan mahasiswa dan Aktivis Pembebasan Papua Barat masih diperiksa di Mapolres Kupang Kota&period; Pihak Kepolisan baik Polda NTT dan Polres Kupang Kota belum memberikan informasi terkait kabar penangkapan ini&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Al salah satu aktivis Lisdem Papua Barat menuturkan sejak penangkapan hingga hari ini&comma; Sabtu&comma; 01 Desember 2018 dirinya belum bisa menemui rekan-rekannya di Mapolresta Kupang Kota&period; Ia mengatakan pihaknya belum diperkenankan untuk bertemu dengan rekan-rekannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Jam enam pagi tadi saya datang ke Polresta tapi saya tidak diberi ijin dan saya diarahkan untuk jam 10 pagi baru datang lagi&period;  Saya datang pada jam 10 juga mendapatkan hal yang sama&period; Saya diarahkan untuk datang pada jam 2&period;15 baru datang lagi&comma;” ujar Al kepada SP&comma; Sabtu&comma; 01 Desember 2018&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia kemudian datang pada jam yang sudah ditentukan oleh pihak kepolisian&period; Namun hal yang sama juga kembali dialami oleh Al&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Saya masih di Polresta sekarang tapi belum bisa bertemu karena masih diperiksa&comma;” kata Al&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pihak Kepolisian seolah-olah menutup rapat kabar penangkapan belasan aktivis pembebasan Papua Barat ini&period; Belum ada kabar berarti dari pihak kepolisian sejak penangkapan hingga hari ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast ketika dihubungi SP mengaku belum mendapat informasi tersebut&period; Ia malah bertanya soal kejadian tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>” Siapa yang menangkap &quest; Dimana ditangkapnya &quest;&comma;” kata Jules ketika dihubungi SP&comma; Sabtu&comma; 01&sol;12&sol;18 Melalui layanan pesan Whatsapp&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Redaksi berusaha menghubungi Kasat Reskrim Polres Kupang Kota&comma; AKBP Bobby Mooynafi melalui nomor Whatsapp&period; Hingga kini pesan dari SP belum direspon oleh Bobby&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version