Site icon savanaparadise.com

Aktivis Muhammadiyah Sebut Pelegalan Miras Di NTT Adalah Haram

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;325391" aria-describedby&equals;"caption-attachment-325391" style&equals;"width&colon; 650px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><a href&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2018&sol;12&sol;20181213&lowbar;115217-650x488&period;jpg"><img class&equals;"size-full wp-image-325391" src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2018&sol;12&sol;20181213&lowbar;115217-650x488&period;jpg" alt&equals;"" width&equals;"650" height&equals;"488" &sol;><&sol;a><figcaption id&equals;"caption-attachment-325391" class&equals;"wp-caption-text">Aksi Demo IMM<&sol;figcaption><&sol;figure>&NewLine;<p>Kupang&comma;Savanaparadise&period;com&comma;- Sejumlah Alaktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kupang &lpar;IMM-Kupang&rpar; menolak wacana melegalkan minuman keras oleh pemerintah provinsi NTT&period; Mereka menggelar aksi penolakan di kantor DPRD NTT&comma; kamis &lpar;13&sol;12&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua IMM Kupang&comma; Fathur Dopong mengatakan rencana Gubenur NTT bertentangan dengan ajaran agama&period; Hal itu kata dia karena miras dapat merusak moralitas kaum muda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menjelaskan pelegalan miras di NTT oleh pemerintah akan merusak image NTT sebagai provinsi yang memiliki toleransi yang tinggi&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;NTT itukan dikenal sebagai Provinsi dengan toleransi tinggi&period; Tapi wacana melegalkan miras ini&comma; bagi saya umat muslim itu adalah haram&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut Fathur&comma; pemerintah NTT juga dianggap tidak memahami arti sebuah toleransi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal itu menurutnya karena sebagian umat beragama di Indonesia menilai miras adalah hal yang diharamkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tak hanya itu kata dia pelegalan miras juga akan menyebabkan dekadensi moral yang luar biasa bagi generasi muda NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jika miras dilegalkan maka dengan sendirinya pemerintah menjerumus kaum muda kepada kehancuran&comma;” kata Fathur<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan&comma; jika niat pemerintah adalah untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat&comma; maka ada potensi ekonomi lain yang bisa digarap&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Tidak harus miras&comma;” katanya lagi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; dirinya berharap pemerintah provinsi dapat mengkaji lebih dalam lagi terkait dampak dari rencana dilegalkannya miras tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Harapannya pemerintah benar-benar mengkaji secara benar terkait dampak buruk dari rencana ini&comma;” tutupnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kehadiran Puluhan mahasiswa tersebut diterima oleh perwakilan komisi satu DRPD NTT&comma; Leo Ahas dan Hamdan Batjo&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version