Site icon savanaparadise.com

AKBP Fajar Dituntut 20 Tahun Penjara dan Denda Rp5 Miliar oleh JPU

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com &&num;8211&semi; Mantan Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja dituntut 20 tahun penjara&comma; dalam sidang tuntunan JPU yang digelar di Pengadilan Negeri Kupang&comma; Senin &lpar;22&sol;9&sol;2025&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam pembacaan tuntutan&comma; AKBP Fajar dijatuhi pidana penjara selama 20 tahun&comma; serta pidana denda sebesar Rp5&period;000&period;000&period;000 &lpar;Lima miliar rupiah&rpar;&comma; subsidair 1 tahun 4 bulan kurungan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu&comma; AKBP Fajar juga diwajibkan membayar restitusi sebesar Rp359&period;162&period;000 sesuai hasil penilaian Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban &lpar;LPSK&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Rinciannya&comma; anak korban I&period;S&period; sebesar Rp34&period;645&period;000&comma; anak korban M&period;A&period;N&period; sebesar Rp159&period;416&period;000&comma; dan anak korban W&period;A&period;F sebesar Rp165&period;101&period;000&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Barang bukti berupa pakaian&comma; handphone&comma; laptop&comma; serta rekaman video dirampas untuk dimusnahkan&comma; sedangkan barang-barang milik korban dikembalikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Hal-hal yang Memberatkan AKBP Fajar<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>AKBP Fajar tidak mengakui perbuatannya dan tidak menunjukkan penyesalan&period; Perbuatan AKBP Fajar menimbulkan trauma mendalam bagi anak korban&comma; serta kasus ini menjadi viral di media sosial&comma; menimbulkan keresahan masyarakat luas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Sebagai aparat penegak hukum&comma; terdakwa seharusnya menjadi teladan&comma; namun justru mencoreng nama baik institusi&comma;&&num;8221&semi; jelas JPU Arwin Adinata saat membaca tuntutan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; perbuatan terdakwa merusak citra Polri dan bangsa di mata internasional&comma; serta tidak mendukung program pemerintah dalam perlindungan anak sehingga tidak ada hal yang meringankan terdakwa AKBP Fajar&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Komitmen Penegakan Hukum<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Kejati NTT menegaskan komitmennya dalam menegakkan hukum secara tegas&comma; memberikan perlindungan kepada anak&comma; dan memastikan keadilan bagi korban&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Negara tidak boleh kalah melawan kejahatan seksual terhadap anak&period; Tuntutan ini menjadi bukti nyata bahwa Kejaksaan berkomitmen melindungi masa depan generasi penerus bangsa&comma;” tegas JPU dalam persidangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sidang ditunda pada hari Senin tanggal 29 September 2025 dengan agenda pembacaan nota pembelaan &lpar;pledoo&&num;8217&semi;i&rpar; dari penasehat hukum terdakwa&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version