Site icon savanaparadise.com

4 Kecamatan di Sumba Timur Diserang Hama Belalang

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;224151" aria-describedby&equals;"caption-attachment-224151" style&equals;"width&colon; 511px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;06&sol;FB&lowbar;IMG&lowbar;1466860256841-1&period;jpg" alt&equals;"Foto Rahmat Adinata" width&equals;"511" height&equals;"378" class&equals;"size-full wp-image-224151" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-224151" class&equals;"wp-caption-text">Foto Rahmat Adinata<&sol;figcaption><&sol;figure>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Sudah lebih dari sepekan hama belalang menyerang sebagian tanaman warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumba Timur&comma; Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati Sumba Timur Gidion Mbiliyora kepada Kompas&period;com&comma; Rabu &lpar;29&sol;6&sol;2016&rpar; malam mengatakan&comma; ada empat kecamatan yang diserang belalang&comma; yakni Rindi&comma; Pahunga Lodu&comma; Kahaungu Eti&comma; dan Haharu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di Haharu&comma; belalang hijau telah ditangani hingga tuntas&period; Adapun di tiga kecamatan lain&comma; belalang kembara masih menyerang tanaman petani&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Potensi kerusakan tanaman petani bisa sekitar seratus hektar lebih&comma; kalau tidak secepatnya ditangani&comma;&&num;8221&semi; kata Gidion&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kalau tanaman petani kebanyakan sudah panen&comma; sehingga belum ada kerugian&period; Tapi kalau tidak ditangani secara tuntas&comma; bisa menyebabkan kerugian sampai ratusan juta Rupiah&comma;&&num;8221&semi; ujarnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Secara terpisah&comma; anggota DPRD Nusa Tenggara Timur &lpar;NTT&rpar;&comma; Yunus Takandewa&comma; meminta pemerintah setempat dapat memanfaatkan dana tanggap darurat guna mengantisipasi serangan belalang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengatakan&comma; belalang yang sudah menyerang dalam beberapa pekan terakhir akan berdampak pada gagal panen dan rawan pangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya kira Pemerintah Provinsi NTT dengan kewenangan yang ada segera lakukan tindakan konkret terhadap situasi yang mengancam sendi kehidupan masyarakat apalagi situasinya mengalami eskalasi berisiko seperti ini&comma;&&num;8221&semi; kata politisi PDI Perjuangan tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia meminta kepada satuan kerja perangkat daerah &lpar;SKPD&rpar; terkait agar segera memantau dan mengambil tindakan konkrit terhadap ancaman hama belalang kumbara di Sumba Timur&comma; sehingga tidak berdampak luas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Salah seorang warga Kecamatan Kahaungu Eti&comma; Ariance Ina Rohi&comma; Rabu &lpar;15&sol;6&sol;2016&rpar; pekan lalu mengatakan&comma; ribuan belalang kecil memenuhi badan jalan raya sehingga membuat warga merasa resah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Belalang ini mulai bermunculan sejak beberapa minggu yang lalu dan memenuhi badan jalan raya&comma; sehingga kita yang melintas pun menjadi risih karena jumlahnya sangat banyak&comma;&&num;8221&semi; kata guru Sekolah Dasar Yubuwai itu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia berharap pemerintah setempat bisa mengambil tindakan agar belalang tersebut tidak menyebar dan merusak tanaman kebun dan pertanian warga&period;&lpar;Kompas&period;com&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version