Site icon savanaparadise.com

300 Wisatawan Jerman Kunjungi NTT

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;254042" aria-describedby&equals;"caption-attachment-254042" style&equals;"width&colon; 700px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img class&equals;"size-full wp-image-254042" src&equals;"http&colon;&sol;&sol;www&period;savanaparadise&period;com&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;10&sol;TTU-pesona-7&period;jpg" alt&equals;"Salah satu pesona Wisata bahari di Kabupaten TTU" width&equals;"700" height&equals;"525" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-254042" class&equals;"wp-caption-text"><strong>Salah satu pesona Wisata bahari di Kabupaten TTU<&sol;strong><&sol;figcaption><&sol;figure>&NewLine;<p>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma; Sebanyak 300 orang wisatawan asal Jerman menggunakan kapal pesiar Hansheintic mengunjungi tiga daerah di NTT&comma; yakni Kabupaten Manggarai Barat &lpar;Mabar&rpar;&comma; Flores Timur &lpar;Flotim&rpar;&comma; dan Sumba Barat Daya &lpar;SBD&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kapal asal Jerman tersebut tiba di Kabupaten Manggarai Barat dari Denpasar&comma; Bali pada 16 Oktober&period; Di ujung Barat Pulau Flores itu&comma; wisatawan akan berkunjung ke Pulau Komodo untuk melihat binatang purba ini&period; Selain itu mereka juga akan mengexplore keberadaan dan kehidupan satwa langka dimaksud dan berjemur di pantai<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Di Kabupaten Mabar&comma; hanya 200 orang wisatawan yang turun ke darat yakni di Pulau Komodo&comma; sedangkan lainnya tetap berada di kapal&comma;” kata Owner Oceania World Travel&comma; Yohanes Rumat kepada wartawan di Kupang&comma; Jumat &lpar;14&sol;10&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Oceania World Travel  merupakan agen lokal  untuk memfasilitasi kunjungan 300 wisatawan Jerman dimaksud&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah tiba di Manggarai barat&comma; para turis Jemrman berlayar menuju Larantuka&comma; Kabupaten Flores Timur&period; Tiba di Kota Reinha pada 17 Oktober&comma; 150 orang wisatawan akan berkunjung dan melihat perkampungan adat Riangpedang&comma; Desa Ile Padung&comma; Kecamatan Lewolema&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote; Di tempat ini&comma; mereka diterima secara adat&comma; tari- tarian serta demonstrasi menenun&period; Selain itu&comma; kapten kapal akan dikukuhkan sebagai bagian dari masyarakat kampung adat&comma;” jelas anggota DPRD NTT ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah dari Larantuka para wisatawan dengan kapal yang sama berlayar menuju Sumba Barat Daya dan tiba di pelabuhan Waekelo pada 18 Oktober&period; Di daerah ini&comma; jumlah wisatawan yang turun ke darat sebanyak 150 orang&period; Mereka akan berkunjung di objek wisata yang telah ditetapkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Setiap tempat yang dikunjungi&comma; hanya satu hari penuh&period; Karena rute pelayaran sudah ditetapkan&comma; termasuk ke arah Barat setelah berkunjung di pulau Sumba&comma;” ujar John&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia menjelaskan kegiatan yang difasilitasi lembaganya ini mau mendukung program Gubernur NTT yang selama ini mengharapkan ada kapal pesiar yang masuk di pelabuhan- pelabuhan laut NTT&period; Walau jumlah wisatawan yang diangkut kapal Hansheintic asal Jerman hanya 300 orang&comma; tapi ini menjadi langkah awal mendukung harapan gubernur dimaksud&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada kesempatan itu John berharap agar pemerintah daerah di NTT memperbaiki atau menyiapkan sarana- prasarana jalan yang baik menuju objek wisata&period; Pelabuhan laut pun harus dibenahi sehingga bisa dilabuh oleh kapal pesiar&period; Sejumlah komponen di pelabuhan seperti KP3 Laut&comma; Syahbandar&comma; dan Pelindo diharapkan memberi pelayanan yang ramah dan cepat kepada semua wisatawan yang hendak berkunjung di suatu daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jika di pintu masuk wisatawan sudah merasa nyaman&comma; pasti rasa yang sama juga akan dinikmati oleh wisatawan ketika berkunjung ke kampung- kampung dan objek wisata&period; Pemerintah harus genjot pariwisata&comma; karena masyarakat yang mendapat nilai ekonomis dari kunjungan wisatawan&comma;” tandas John&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Anggota Komisi II DPRD NTT&comma; Yucun Lepa mengharapkan&comma; kunjungan kapal pesiar asal Jerman itu dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mempromosikan pariwisata ke dunia luar&period; Sehingga orang tidak hanya mengenal objek wisata yang telah mendunia&comma; seperti Taman Nasional Komodo &lpar;TNK&rpar; di Mabar&comma; Danau tiga warna Kelimutu di Ende&comma; Kampung adat Bena di Ngada dan wisata religi Semana Santa di Flotim&period; Tapi wisatawan bisa mengenal potensi wisata Kampung Adat Riangpedang dan potensi perkebunan jambu mete organik di Desa Ile Padung&comma; Kabupaten Flotim&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yucun mendorong pemerintah daerah untuk mengelola secara terpadu dan terkoordinasi kampanye pariwisata&period; Sehingga harus dibuat jadwal dan dibuat paket wisata secara baik untuk dijual ke luar negeri&period; Paket wisata ini dijelaskan juga tentang waktu kunjung yang tepat&comma; seperti bulan berapa Komodo kawin&period; Selain itu&comma; infrastruktur ke semua objek wisata pun harus dibuat secara baik&period;&lpar;SP&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version