<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 3.0.5.1 -->
<div class="quads-location quads-ad1" id="quads-ad1" style="float:none;margin:0px;">

</div>
<p><strong>Kefamenanu, Savanaparadise.com</strong>,- Selama 3 tahun terakhir Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) stagnan dan tak mengalami perubahan berarti.</p>
<p>Salah satu faktor penyebab tidak meningkatnya PAD di TTU selama 3 tahun terakhir adalah kurang tertibnya para kontraktor dalam melunasi pajak galian C yang dikeruk dari wilayah ini.</p>
<p>Hal ini disampaikan anggota DPRD Kabupaten TTU dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arifintus Talan.</p><div class="ad-middle"><p class="ad-title">ADVERTISEMENT</p><div class="ad-content"><div class="ad-content-a"><div class="ad-content-b"><div class="ad-content-c"><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8882367248828292"
 crossorigin="anonymous"></script>
<!-- header 970 x 250 -->
<ins class="adsbygoogle"
 style="display:inline-block;width:970px;height:250px"
 data-ad-client="ca-pub-8882367248828292"
 data-ad-slot="6008007437"></ins>
<script>
 (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></div></div></div></div><p class="scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT</p></div>
<p>Menurutnya, selama 3 tahun terakhir berdasarkan hasil evaluasi LKPJ tahunan DPRD menemukan ada begitu banyak tunggakan pajak.</p>
<p>Tunggakan pajak ini menurut Arif, lebih banyak berasal dari begitu banyaknya kontraktor nakal yang lalai membayar pajak galian C.</p>
<p>Ia menduga bahwa dibalik lalainya para kontraktor membayar pajak galian C ini ada mafia retribusi yang dilakukan oleh pihak pemerintah melalui instansi teknis dengan para kontraktor nakal dimaksud.</p>
<p>&#8220;Di TTU ini ada begitu banyak proyek baik yang bersumber dari APBN, APBD I maupun APBD II tapi ada begitu banyak kontraktor nakal yang tidak membayar pajak galian C&#8221; ungkap Arif.</p>
<p>&#8220;Kita melihat, kelemahan ini sebetulnya ada di dinas yang tidak memperketat pengontrolan setiap pintu keluar masuk di mulut-mulut sungai&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Oleh karenanya, kita sudah merekomendasikan agar pimpinan OPD terkait dapat mengevaluasi kembali petugas-petugas yang ditempatkan di setiap mulut sungai yang ada di TTU yang sesuai catatan kami ada sekitar belasan mulut sungai yang sering terjadi kecolongan dalam penagihan retribusi galian C&#8221;</p>
<p>Talan menilai, kecolongan ini terjadi karena banyak petugas penagih retribusi yang ditempatkan di pintu keluar masuk sungai berupaya meloloskan kendaraan-kendaraan pengangkut material galian C tanpa menagih retribusi dari kendaraan-kendaraan tersebut.</p>
<p>&#8220;Kita menduga bahwa sebetulnya disitu terjadi mafia, karena setiap kendaraan pengangkut material galian C tidak diberikan karcis dengan alasan material tersebut dimuat keluar untuk kepentingan proyek. Di sinilah kita mengalami kerugian karena banyak kontraktor yang mengerjakan proyek APBN, APBD I dan APBD II kemudian tidak serius dalam membayar pajak galian C&#8221; urai Arif.</p>
<p>Arif mengungkapkan, sesuai catatan mereka tunggakan pajak retribusi galian C jumlahnya sangat fantastis, berkisar antara 20 sampai 30 milyard rupiah.</p>
<p>Arif berharap bupati dan wakil bupati TTU saat ini dapat mengevaluasi pimpinan OPD yang menangani galian C agar menempatkan orang-orang yang tepat sehingga tidak terjadi lagi kecolongan dalam pembayaran retribusi daerah dan pajak daerah yang menjadi pasokan terbesar Pendapatan Asli Daerah TTU.</p>
<p><strong>Penulis: Yuven Abi</strong></p>
<p><strong>Editor: Chen Rasi</strong>
</p>
3 Tahun PAD TTU Stagnan, DPRD Menduga Ada Mafia Retribusi Galian C

